Keuangan.id – 11 Mei 2026 | Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan masih terus melakukan proses identifikasi korban kecelakaan maut bus ALS di Jalinsum, Muratara.
Sejauh ini, tim DVI telah mencocokkan data tiga korban dengan sejumlah jenazah yang belum teridentifikasi. Namun, hasil pencocokan tersebut belum menemukan kesesuaian yang kuat untuk memastikan identifikasi korban.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes dr Budi Susanto mengatakan salah satu pemeriksaan dilakukan terhadap jenazah berkode PM 013 berjenis kelamin laki-laki.
Jenazah tersebut ditemukan mengenakan kalung berwarna silver dan dicocokkan dengan data antemortem nomor AM 009 atas nama Alif Supriatin bin Supardi asal Medan, Sumatera Utara.
Menurut keterangan keluarga, korban Alif diketahui memiliki tato bergambar burung di bagian punggung. Namun, tim DVI tidak dapat memastikan ciri tersebut karena kondisi jenazah mengalami luka bakar berat.
Tim DVI juga melakukan pencocokan data postmortem berkode PM 006 dengan data antemortem nomor AM 015 atas nama Sukardi bin Parmin.
Dari proses pemeriksaan tersebut, petugas hanya menemukan identitas berupa KTP atas nama Sukono (54), warga Semarang, Jawa Tengah.
Pencocokan ciri pakaian korban belum menunjukkan hasil yang sinkron. Berdasarkan keterangan dari keluarga, Sukardi saat pergi mengenakan celana jeans.
Sementara dari hasil pemeriksaan jenazah, petugas menemukan celana kargo yang sudah terbakar dan melekat di bagian tubuh korban sehingga warna aslinya sulit dikenali.
Karena belum ditemukan kecocokan yang pasti, tim DVI kini masih menunggu hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Hasil DNA jenazah-jenazah ini masih dalam pemeriksaan. Diperkirakan paling cepat keluar lima hari dan paling lama dua minggu.
Tim DVI terus berupaya untuk mengidentifikasi korban kecelakaan bus ALS di Sumatera Selatan. Proses identifikasi yang dilakukan secara teliti dan hati-hati membutuhkan waktu dan kesabaran.
Dengan demikian, diharapkan korban dapat segera diidentifikasi dan keluarga dapat mengetahui nasib dari anggota keluarga mereka.
