Berita  

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Yogyakarta: Puluhan Pohon Tumbang, Enam Rumah Rusak, Warga Diminta Waspada

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Yogyakarta: Puluhan Pohon Tumbang, Enam Rumah Rusak, Warga Diminta Waspada
Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Yogyakarta: Puluhan Pohon Tumbang, Enam Rumah Rusak, Warga Diminta Waspada

Keuangan.id – 06 April 2026 | Pada Minggu, 5 April 2026, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang oleh hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menimbulkan kerusakan signifikan, mulai dari pohon tumbang hingga rumah yang mengalami kerusakan struktural. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY segera merilis laporan situasi yang mengidentifikasi titik-titik terdampak serta upaya penanggulangannya.

Di wilayah Kota Yogyakarta, enam titik lokasi tercatat mengalami dampak paling berat. Titik‑titik tersebut meliputi Kemantren Wirobrajan (1 lokasi), Gondokusuman (2 lokasi), Jetis (2 lokasi), dan Tegalrejo (1 lokasi). Dari enam lokasi itu, tercatat tiga pohon tumbang dan tiga unit rumah mengalami kerusakan. Pohon‑pohon yang tumbang mengganggu akses jalan serta menimbulkan risiko bahaya bagi pejalan kaki.

Kerusakan di Kabupaten Gunungkidul

Di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrim paling terasa di Kapanewon Patuk. Di sini, satu pohon tumbang menimpa jalur akses utama dan memutuskan sambungan listrik pada satu jaringan. Kerusakan tersebut mengakibatkan pemadaman sementara bagi sejumlah warga dan mempersulit mobilisasi tim penanggulangan.

Kerusakan di Kabupaten Bantul

Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Sebanyak delapan titik lokasi dilaporkan terpapar, tujuh di antaranya berada di Kapanewon Imogiri dan satu di Kapanewon Sedayu. Dampaknya meliputi tiga unit rumah rusak, enam pohon tumbang, dua kandang ternak yang hancur, serta dua akses jalan yang sempat tertutup. Kondisi ini menambah beban bagi petani dan pedagang yang bergantung pada jalur transportasi lokal.

Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY mencatat total kerusakan sementara mencakup 10 pohon tumbang, 6 rumah rusak, dua kandang ternak, serta beberapa fasilitas umum yang terhambat. Data tersebut bersifat sementara dan akan diperbarui seiring dengan proses pemulihan.

Penanggulangan kerusakan melibatkan koordinasi lintas sektor. Tim BPBD provinsi bersama aparat TNI, Polri, serta relawan masyarakat setempat melakukan pembersihan puing, perbaikan akses jalan, dan pemulihan jaringan listrik. Selain itu, layanan darurat kesehatan dipersiapkan untuk menangani potensi cedera akibat puing dan pohon yang jatuh.

Warga yang berada di daerah terdampak diminta untuk tetap waspada. BPBD menekankan pentingnya menghindari daerah yang masih tertutup pohon atau kabel listrik yang terguncang. Masyarakat juga disarankan untuk melaporkan kerusakan atau bahaya yang belum teridentifikasi melalui nomor darurat setempat.

Keadaan serupa juga tercatat di wilayah lain pada periode yang berdekatan. Di Tasikmalaya, misalnya, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan dua rumah bersaudara runtuh pada sore hari, meskipun tidak ada korban jiwa. Kejadian itu menegaskan pola berulangnya fenomena cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, sehingga menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan.

Para ahli meteorologi mengingatkan bahwa musim hujan di Jawa masih berada pada fase puncak, dan intensitas badai dapat meningkat secara tiba‑tiba. BMKG memperkirakan curah hujan tinggi dapat terus melanda daerah selatan Pulau Jawa hingga awal Februari 2026, dengan potensi angin kencang yang dapat menambah risiko kerusakan.

Dengan latar belakang tersebut, pemerintah DIY berkomitmen meningkatkan kesiapan mitigasi bencana. Langkah-langkah yang direncanakan mencakup penambahan titik pemantauan cuaca, penyediaan sarana pemotong pohon khusus, serta pelatihan evakuasi darurat bagi warga di wilayah rawan.

Secara keseluruhan, meskipun kerusakan yang terjadi masih dalam skala menengah, dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat. Upaya bersama antara lembaga penanggulangan bencana, aparat keamanan, serta komunitas lokal menjadi kunci utama untuk meminimalisir kerugian lebih lanjut dan mempercepat proses pemulihan.

Exit mobile version