Keuangan.id – 01 April 2026 | Tim Honda Team Asia kembali menunjukkan kelasnya pada seri ketiga Moto3 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, Jumat (30 Maret 2026). Balapan berakhir dengan kemenangan gemilang pembalap asal Jepang, Guido Pini (Leopard Racing) yang menancapkan bendera putih di garis finish, sementara tim Honda mencatat hasil terbaik dengan menempati dua posisi teratas di podium: Marco Morelli (CFMoto Aspar) pada posisi kedua dan Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) yang sempat berada di posisi empat sebelum mengalami kecelakaan keras pada lap ke‑12.
Rangkaian Balapan dan Kejadian Kritis
Balapan dimulai dengan kondisi cuaca cerah namun cukup berangin, memaksa para pembalap menyesuaikan strategi pemilihan ban. Sejak start, Veda Ega Pratama menunjukkan kecepatan luar biasa, menembus zona tiga terdepan dan berhasil memposisikan diri di fourth place pada akhir lap pertama. Namun, pada lap ke‑12, ketika Veda sedang berusaha menutup jarak dengan pemimpin, ia terjebak dalam serangan rem mendadak di tikungan 7. Akibatnya, motor kehilangan traksi dan Veda terpental keras ke sisi luar lintasan, mengakibatkan Did Not Finish (DNF).
Meski kecelakaan tersebut membuatnya tidak mencatat poin pada balapan COTA, Veda tetap mengokohkan posisi sebagai rookie terbaik di klasemen Moto3 2026 dengan total 27 poin, mengungguli rookie lainnya seperti Brian Uriarte (23 poin) dan Rico Salmela (20 poin).
Prestasi Honda di Balapan Amerika
Honda Team Asia tetap menjadi sorotan utama berkat konsistensi poin yang dikumpulkan oleh para pembalunya. Marco Morelli, yang mengendarai motor Honda, berhasil menahan tekanan dari pembalap KTM dan menutup balapan di posisi kedua, menambah 24 poin ke klasemen tim. Sementara itu, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, meski tidak finis, tetap menjadi simbol kebangkitan pembalap Asia di ajang dunia.
Klasemen Moto3 2026 – Sepuluh Besar
| Posisi | Pembalap | Tim | Motor | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | CFMoto Aspar Team | KTM | 65 |
| 2 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | KTM | 42 |
| 3 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Tech3 | KTM | 38 |
| 4 | Guido Pini | Leopard Racing | Honda | 36 |
| 5 | Marco Morelli | CFMoto Aspar Team | KTM | 32 |
| 6 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | Honda | 29 |
| 7 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | Honda | 27 |
| 8 | David Almansa | Liqui Moly Dynavolt Intact GP | KTM | 25 |
| 9 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | KTM | 22 |
| 10 | Rico Salmela | Red Bull KTM Tech3 | KTM | 19 |
Reaksi dan Rencana Kedepan Veda Ega Pratama
Setelah insiden di COTA, Veda menyampaikan rasa kecewa sekaligus tekad untuk bangkit. “Saya pikir di Austin kami memiliki peluang kuat untuk kembali ke podium, namun kecelakaan ini menjadi pelajaran penting,” ujarnya dalam konferensi pers sesudah balapan. Veda menegaskan bahwa ia akan memanfaatkan jeda hingga balapan berikutnya di Circuito de Jerez, Spanyol, pada akhir April untuk memperbaiki teknik pengereman dan meningkatkan konsistensi lap.
Selain fokus pada perbaikan teknis, Veda juga menyoroti inspirasi yang membimbing kariernya. Ia menyebut Marc Márquez dan Jett Lawrence sebagai idola utama, menekankan ketangguhan dan konsistensi kedua pembalap tersebut sebagai contoh yang ingin ia tiru.
Implikasi bagi Honda dan Moto3 Indonesia
Kinerja Honda di Amerika menegaskan strategi pengembangan pembalap muda lewat program Team Asia. Keberhasilan Marco Morelli serta konsistensi Veda, meskipun mengalami DNF, menunjukkan kedalaman talenta yang dimiliki Honda di kelas Moto3. Bagi Indonesia, Veda tetap menjadi simbol harapan; posisinya sebagai rookie terbaik menginspirasi generasi pembalap muda di tanah air.
Dengan jadwal balapan berikutnya yang menanti di Jerez, harapan besar kembali mengarah pada podium. Tim Honda Team Asia diperkirakan akan mengoptimalkan setup motor dan strategi pit stop untuk memastikan Veda dapat kembali menempati posisi poin, sementara Marco Morelli berambisi menutup jarak dengan pemimpin klasemen.
Balapan Moto3 Amerika ini sekaligus menegaskan dinamika kompetitif antara produsen Honda dan KTM, serta menambah catatan sejarah bagi pembalap Asia yang terus mengukir prestasi di panggung dunia.
