Keuangan.id – 02 April 2026 | Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, menyatakan bahwa instrumen emas belum menjadi fokus utama dalam strategi investasi perusahaan. Menurutnya, kebutuhan investasi pada emas lebih relevan bagi perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi berbasis investasi, khususnya Paydi (Protection and Investment).
Dalam penjelasannya, Hengky menekankan bahwa Ciputra Life saat ini lebih memusatkan upaya pada produk asuransi jiwa tradisional dan unit link yang sudah teruji performanya. Ia menambahkan bahwa meskipun pasar emas menunjukkan tren positif dalam jangka panjang, risiko likuiditas dan volatilitas harga masih menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan asuransi besar.
Berikut beberapa alasan mengapa emas belum masuk radar investasi Ciputra Life:
- Model bisnis utama: Fokus pada produk asuransi jiwa dengan komponen investasi yang terstruktur.
- Regulasi: Persyaratan modal dan likuiditas yang ketat mengarahkan perusahaan pada aset yang lebih stabil.
- Profil risiko: Emas cenderung memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah atau reksa dana.
- Target pasar: Konsumen Ciputra Life lebih mengutamakan proteksi jangka panjang daripada spekulasi komoditas.
Namun, Hengky tidak menutup kemungkinan bahwa Ciputra Life dapat meninjau kembali kebijakan tersebut di masa depan jika ada perubahan signifikan dalam regulasi atau permintaan nasabah. Ia mengajak para investor untuk tetap memperhatikan diversifikasi portofolio dan memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
