Keuangan.id – 23 April 2026 | Minyak mentah kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, dipicu oleh serangan militer di Selat Hormuz serta laporan penurunan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Penyebab Lonjakan Harga Minyak
- Serangan di Selat Hormuz – Jalur pelayaran utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional mengalami ketegangan setelah insiden militer, mengurangi aliran minyak mentah.
- Penurunan stok BBM AS – Badan energi Amerika Serikat melaporkan penurunan persediaan strategis, menambah persepsi kelangkaan di pasar.
- Kondisi geopolitik – Ketegangan antara negara-negara produsen minyak utama memperburuk ekspektasi pasar.
Dampak pada Ekonomi Global
Kenaikan harga minyak langsung memengaruhi biaya produksi di sektor industri, transportasi, dan penerbangan. Negara-negara importir energi menghadapi tekanan pada neraca perdagangan, sementara negara eksportir dapat menikmati surplus pendapatan.
Di pasar keuangan, kontrak berjangka minyak mentah mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam satu sesi, menggerakkan indeks terkait energi naik. Investor kini menilai risiko geopolitik sebagai faktor utama dalam pergerakan harga.
Pengamat memperkirakan bahwa jika ketegangan di Selat Hormuz berlanjut, volatilitas harga dapat tetap tinggi selama beberapa minggu ke depan, menuntut kebijakan diversifikasi energi yang lebih agresif dari pemerintah dan perusahaan.
