Keuangan.id – 18 April 2026 | Harga emas dunia kembali menguat dan hampir menyentuh level USD5.000 per troy ounce, dipicu oleh pelemahan dolar AS serta penurunan harga minyak mentah. Kenaikan ini terjadi meski permintaan dari India menunjukkan tanda-tanda pelambatan menjelang musim festival tradisional.
Faktor utama yang mendorong penguatan logam mulia ini adalah pergerakan nilai tukar dolar yang melemah terhadap mata uang utama, terutama euro dan yen. Dolar yang lebih lemah membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih murah bagi pembeli asing, sehingga meningkatkan permintaan global. Sementara itu, harga minyak mentah turun di bawah USD80 per barel, mengurangi tekanan inflasi dan menurunkan biaya produksi bagi sektor‑sektor yang bergantung pada energi, yang pada gilirannya memperkuat aliran dana ke aset safe‑haven seperti emas.
Di sisi lain, permintaan emas dari India — salah satu konsumen terbesar dunia — mengalami penurunan karena konsumen menunda pembelian perhiasan menjelang festival tradisional seperti Diwali. Penurunan ini tercermin dalam data impor emas India yang menunjukkan penurunan sekitar 5% dibandingkan bulan sebelumnya.
| Tanggal | Harga (USD/oz) |
|---|---|
| 18 Apr 2026 | 4,945 |
| 17 Apr 2026 | 4,920 |
| 16 Apr 2026 | 4,880 |
Jika tren pelemahan dolar dan tekanan inflasi tetap berlanjut, kemungkinan emas akan menembus batas psikologis USD5.000 dalam minggu-minggu mendatang. Namun, faktor‑faktor risiko seperti kebijakan moneter Federal Reserve dan pergerakan geopolitik tetap dapat mempengaruhi volatilitas harga.
