Keuangan.id – 01 April 2026 | Daihatsu Terios, SUV kompak yang telah menjadi pilihan utama keluarga Indonesia selama hampir dua dekade, terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar, regulasi pajak, dan persaingan ketat di segmen kendaraan hemat bahan bakar. Dari peluncuran generasi pertamanya pada 2007 hingga varian terbaru yang dirilis pada 2026, harga, spesifikasi, dan fitur mengalami perubahan signifikan. Artikel ini menelusuri perjalanan harga Terios per generasi, menyoroti inovasi teknis, serta menganalisis tren pasar yang memengaruhi keputusan konsumen.
Generasi Pertama (2007‑2012)
Generasi pertama Terios diluncurkan pada akhir 2007 dengan mesin 1.5 L SOHC 16‑katup yang menghasilkan sekitar 103 PS dan torsi 13,5 kgm. Pada saat itu, model standar dibanderol sekitar Rp 120.000.000 untuk versi baru, sementara harga bekas pada akhir siklus penjualan berada di kisaran Rp 80.000.000‑Rp 90.000.000 tergantung kondisi dan kelengkapan dokumen. Fitur keselamatan masih dasar, seperti dual‑airbag depan, namun desain interior sudah mengusung konsep simpel dengan kontrol manual.
Generasi Kedua (2013‑2017)
Pada 2013, Daihatsu memperkenalkan pembaruan signifikan dengan mesin 1.5 L Dual‑VVT i‑Series yang meningkatkan tenaga menjadi 109 PS dan torsi 14,2 kgm. Transmisi otomatis 4‑speed ditambahkan sebagai opsi, memberikan kenyamanan lebih bagi pengemudi kota. Harga baru naik menjadi sekitar Rp 150.000.000, sedangkan harga pasar mobil bekas pada 2015‑2016 beredar antara Rp 100.000.000‑Rp 110.000.000. Pengenalan sistem pengereman ABS pada varian tertinggi serta tambahan fitur hiburan seperti layar sentuh 7‑inch mulai menarik perhatian pembeli yang mengutamakan teknologi.
Generasi Ketiga (2017‑2022)
Generasi ketiga Terios muncul bersamaan dengan penyegaran Toyota Rush yang berbagi platform. Mesin 1.5 L 4‑silinder DOHC VVT‑i dipertahankan, namun outputnya disesuaikan menjadi 104 PS dan torsi 13,9 kgm, selaras dengan regulasi emisi yang lebih ketat. Harga baru pada 2018 mencapai Rp 170.000.000‑Rp 190.000.000, tergantung varian (G, S, atau GR Sport). Harga bekas pada 2020 berada di kisaran Rp 130.000.000‑Rp 150.000.000. Fitur keselamatan ditingkatkan dengan 6 airbag, Vehicle Stability Control (VSC), dan Hill‑Start Assist (HSA). Selain itu, efisiensi bahan bakar menjadi nilai jual utama; konsumsi rata‑rata sekitar 6,5 L/100 km membuat Terios bersaing dengan mobil city‑car berkapasitas serupa.
Generasi Keempat (2022‑2026)
Versi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2022 mengusung desain lebih modern, lampu LED full‑matrix, dan interior dengan material premium. Mesin tetap 1.5 L namun dilengkapi teknologi mild‑hybrid yang menurunkan konsumsi menjadi 5,8 L/100 km dan mengurangi emisi CO₂. Harga jual baru pada 2023‑2024 berkisar Rp 210.000.000‑Rp 230.000.000, sementara pasar mobil bekas menampilkan harga mulai Rp 170.000.000 untuk unit berusia satu‑dua tahun. Penyesuaian pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dihitung 1,5‑2 % dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor memberi beban tahunan sekitar Rp 4,2‑4,5 juta, sejalan dengan data pajak Toyota Rush yang menjadi patokan bagi Terios.
Analisis Tren Pasar
- Pergeseran ke Mobil Hemat Bensin: Konsumen Indonesia semakin mengutamakan efisiensi bahan bakar. Terios, dengan konsumsi di bawah 6 L/100 km pada generasi ketiga dan keempat, berhasil menempati posisi strategis di antara SUV kompak yang bersaing, seperti Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza.
- Dampak Pajak dan Regulasi Emisi: Kenaikan PKB dan standar emisi Euro 4‑5 mendorong produsen menambah teknologi mild‑hybrid. Harga baru Terios meningkat, namun selisih harga antara mobil baru dan bekas tetap relatif stabil, berkisar Rp 30‑Rp 40 juta, menunjukkan nilai depresiasi yang wajar.
- Persaingan dengan Model Lain: Di segmen SUV 7‑seater, Terios bersaing langsung dengan Mitsubishi Destinator (dirilis 2025) yang menawarkan mesin 1.5 L turbo 163 PS. Meskipun Destinator memiliki tenaga lebih tinggi, Terios tetap menarik karena harga yang lebih terjangkau dan biaya operasional yang lebih rendah.
- Kebijakan Pemerintah tentang Kendaraan Ramah Lingkungan: Insentif pajak untuk kendaraan berbasis hybrid memberi keuntungan kompetitif bagi varian terbaru Terios yang mengadopsi sistem mild‑hybrid.
Perbandingan Harga Terios per Generasi
| Generasi | Tahun Produksi | Harga Baru (Rp) | Harga Bekas (Rp) | Fitur Utama |
|---|---|---|---|---|
| I | 2007‑2012 | 120.000.000 | 80‑90.000.000 | Dual‑airbag, mesin 1.5 L SOHC |
| II | 2013‑2017 | 150.000.000 | 100‑110.000.000 | Dual‑VVT, ABS, layar sentuh 7‑inch |
| III | 2017‑2022 | 170‑190.000.000 | 130‑150.000.000 | 6 airbag, VSC, HSA, efisiensi 6,5 L/100 km |
| IV | 2022‑2026 | 210‑230.000.000 | 170‑190.000.000 | Mild‑hybrid, LED full‑matrix, konsumsi 5,8 L/100 km |
Melihat pola kenaikan harga dan peningkatan fitur, Daihatsu berhasil menjaga daya tarik Terios di pasar yang semakin kompetitif. Meskipun harga baru terus naik, nilai depresiasi yang moderat serta efisiensi bahan bakar yang baik membuat Terios tetap menjadi pilihan ekonomis bagi keluarga yang menginginkan SUV berukuran menengah dengan fitur keselamatan modern.
Dengan kebijakan pemerintah yang mendukung kendaraan ramah lingkungan dan tren konsumen yang menuntut efisiensi serta kenyamanan, generasi terbaru Terios diperkirakan akan mempertahankan posisi kuatnya hingga akhir dekade ini.
