Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Sebuah kisah inspiratif tentang seorang guru madrasah asal Sumenep, Jawa Timur, yang hampir putus asa untuk berangkat haji, namun akhirnya berhasil mewujudkan impian tersebut berkat pertolongan tak terduga.
Moh Kamil, seorang ketua rombongan haji mandiri asal Sumenep, membagikan cerita hangat tentang perjalanan mereka ke Tanah Suci. Ia memikul tanggung jawab besar sebagai ketua rombongan bagi 43 jemaah haji mandiri yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB 77.
Di usianya yang belum genap 30 tahun, Moh Kamil telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi yang luar biasa dalam memimpin rombongannya. Ia berbagi cerita tentang bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk berangkat haji, termasuk membuat video panduan sederhana untuk membantu jemaah lansia memahami informasi ibadah haji.
Kisah ini juga menunjukkan kekompakan dan saling membantu di antara jemaah haji mandiri asal Sumenep. Mereka bekerja sama untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat menikmati perjalanan haji dengan nyaman dan aman.
Perjalanan haji ini juga menjadi kesempatan bagi Moh Kamil dan rombongannya untuk mempererat hubungan dengan jemaah lainnya. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang ibadah haji, serta memperoleh pengetahuan baru tentang kebudayaan dan tradisi Islam.
Dalam perjalanan haji ini, Moh Kamil dan rombongannya juga mengalami beberapa tantangan, namun mereka tetap tegar dan optimis. Mereka percaya bahwa perjalanan haji ini adalah sebuah kesempatan langka untuk memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam dan mempererat hubungan dengan Allah.
Perjalanan haji ini juga menjadi kesempatan bagi Moh Kamil dan rombongannya untuk mempraktikkan nilai-nilai Islam, seperti saling membantu, tolong-menolong, dan memperhatikan keselamatan orang lain. Mereka berharap bahwa perjalanan haji ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya kerja sama dan kepedulian terhadap orang lain.
Dalam beberapa minggu terakhir, Moh Kamil dan rombongannya telah menyelesaikan perjalanan haji mereka dan kembali ke Sumenep. Mereka membawa pulang pengalaman dan kenangan yang indah, serta pengetahuan baru tentang kebudayaan dan tradisi Islam.
Mereka berharap bahwa perjalanan haji ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam dan mempererat hubungan dengan Allah. Mereka juga berharap bahwa perjalanan haji ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya kerja sama dan kepedulian terhadap orang lain.
