Keuangan.id – 19 April 2026 | Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan respons tegas terhadap pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyoroti peran kelompok relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal sebagai Termul.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada Minggu, 19 April 2026, Grace menekankan bahwa dalam setiap kontestasi politik terdapat beragam elemen yang saling memengaruhi, mulai dari elektabilitas calon, tim sukses, hingga dukungan partai politik. Namun, ia menegaskan bahwa faktor paling krusial tetaplah dukungan masyarakat.
Elemen-elemen dalam Kontestasi Politik
Grace menjelaskan bahwa elektabilitas calon mencerminkan kemampuan kandidat untuk menarik simpati pemilih, sementara tim sukses berperan mengatur strategi kampanye, logistik, dan komunikasi. Dukungan partai politik memberikan basis organisasi serta sumber daya finansial yang signifikan. Meski ketiga elemen tersebut penting, tanpa persetujuan dan dukungan nyata dari rakyat, semua upaya tersebut dapat berakhir sia-sia.
“Mau siapa pun yang mengusung jikalau tidak didukung masyarakat, sulit sekali untuk bisa terpilih,” tegas Grace. Pernyataan ini menegaskan pandangannya bahwa legitimasi politik bersumber dari kepercayaan publik, bukan sekadar kekuatan struktural partai atau tokoh politik.
Respons Grace terhadap Jusuf Kalla
Jusuf Kalla sebelumnya mengekspresikan rasa frustrasinya atas apa yang ia anggap sebagai upaya mendiskreditkan hubungannya dengan Presiden Jokowi, khususnya melalui komentar yang menyinggung kelompok Termul. Ia menyatakan, “Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju?”
Grace menanggapi dengan sikap profesional, mengakui pengalaman JK dalam dunia politik. “Pak JK sudah beberapa kali ikut kontestasi pasti paham hal-hal ini. Terima kasih untuk dukungan Pak JK,” ujarnya, sambil menegaskan pentingnya dialog konstruktif antara tokoh politik senior dan generasi muda.
Dukungan Masyarakat sebagai Penentu Kemenangan
Menurut Grace, dukungan rakyat tidak hanya bersifat simbolik, melainkan menjadi motor penggerak utama dalam setiap proses pemilihan. Ia mencontohkan bahwa kandidat yang berhasil menggalang basis massa yang luas biasanya mampu mengamankan suara di daerah pemilihan yang beragam, termasuk daerah urban dan rural.
Data historis menunjukkan bahwa partai-partai yang berhasil mengoptimalkan jaringan relawan dan gerakan massa cenderung memperoleh persentase suara yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan pandangan Grace bahwa kekuatan politik modern sangat bergantung pada mobilisasi massa, terutama di era digital dimana informasi dapat tersebar dengan cepat.
Implikasi bagi Partai PSI dan Koalisi Pemerintah
Posisi Grace sebagai wakil ketua DPP PSI memberikan sinyal bahwa partai tersebut akan terus menekankan strategi berbasis akar rumput. PSI diperkirakan akan memperkuat kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan, LSM, serta kelompok aktivis untuk meningkatkan kehadiran di lapangan menjelang pemilihan mendatang.
Selain itu, pernyataan JK menambah dinamika dalam hubungan antara partai koalisi pemerintah. Meskipun ada perbedaan pandangan, dialog terbuka seperti yang ditunjukkan Grace dapat menjadi jembatan untuk meredakan ketegangan internal dan menjaga konsistensi agenda nasional.
Secara keseluruhan, pernyataan Grace Natalie menegaskan kembali bahwa dukungan rakyat tetap menjadi faktor penentu dalam kemenangan politik, melampaui sekadar kalkulasi partai atau nama tokoh. Dengan menitikberatkan pada partisipasi publik, para pemimpin politik diharapkan dapat merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.
