Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali menjadi sorotan setelah Persebaya Surabaya menorehkan kemenangan telak 4-0 atas PSBS Biak pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin bagi sang juara, tetapi juga menandai berakhirnya reputasi ‘angker’ GBT bagi tim tamu. Berikut tiga fakta menarik yang membuat hasil ini begitu istimewa.
Fakta 1: Empat Gol Dalam Rentang 28 Menit
Serangan Persebaya beralih menjadi mesin gol setelah menit ke-50. Milos Raickovic membuka kedisiplinan lewat dua gol berurutan pada menit 52 dan 62, memperlihatkan kemampuan penyelesaian akhir yang klinis. Tak lama kemudian, Francisco Rivera menambah dua gol pada menit 75 dan 80, menutup skor menjadi 4-0. Empat gol dalam kurun waktu 28 menit menjadi bukti dominasi teknis dan fisik tim asuhan Tavares.
Fakta 2: Kualitas Fisik Mengungguli PSPS Biak
Asisten pelatih PSBS, Kahudi Wahyu Widodo, mengakui bahwa kualitas fisik pemain Persebaya berada di atas timnya. Selama transisi menyerang, pemain Persebaya mampu menahan tekanan sekaligus mengeksekusi serangan cepat, sementara PSBS terlihat kelelahan dalam fase defensif. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persebaya mencatat lebih dari 650 meter lari per pemain, mengungguli rata-rata tim lain di liga.
Fakta 3: Dampak Langsung pada Peringkat Liga
Kemenangan ini mengangkat Persebaya ke posisi keempat klasemen dengan total 51 poin, menambah peluang bersaing di papan atas. Sementara PSBS Biak tetap berada di dasar klasemen dengan hanya 18 poin, menegaskan ancaman degradasi. Dengan catatan pertahanan yang lemah (78 kebobolan) dan serangan yang kurang produktif (29 gol), PSBS kini harus berjuang keras untuk menghindari turun kasta.
Selain tiga fakta utama, suasana di GBT juga terasa berbeda. Pendukung Persebaya yang memenuhi tribun memberikan dorongan moral yang signifikan, menambah energi pemain di lapangan. Sementara itu, pelatih Tavares menegaskan strategi yang menitikberatkan pada pressing tinggi dan pergerakan tanpa bola, taktik yang terbukti efektif melawan lini belakang PSBS yang rapuh.
Dengan kemenangan ini, Persebaya tidak hanya menegaskan kekuatannya, tetapi juga menuliskan bab baru bagi GBT—stadion yang kini tidak lagi dianggap angker bagi tim tamu. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi PSBS Biak dalam upayanya menghindari degradasi, sementara Persebaya berambisi menutup musim dengan posisi teratas.
