Keuangan.id – 07 April 2026 | Veteran penyiar sepak bola dan mantan pemain bintang Inggris, Gary Lineker, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan pendapatnya tentang peluang timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Lineker menyatakan bahwa dua tim—Brasil dan Prancis—lebih diunggulkan untuk mengangkat trofi juara dibandingkan Inggris, yang masih berada dalam proses pembangunan skuad generasi baru.
Menurut Lineker, Brasil tetap menjadi raksasa sepak bola dunia berkat kedalaman talenta yang terus mengalir dari akademi-akademi klub lokal. “Mereka selalu memiliki kombinasi antara kecepatan, kreativitas, dan pengalaman internasional,” ujarnya. Brasil diperkirakan akan menurunkan generasi pemain muda yang telah bersinar di turnamen U-20 dan U-23, sekaligus mempertahankan pemain senior seperti Neymar dan Vinícius Júnior yang masih berada dalam puncak performa.
Prancis, Lawan Utama yang Tak Boleh Diremehkan
Tim kedua yang disebut Lineker sebagai favorit adalah Prancis. “Mereka memiliki keseimbangan yang luar biasa antara pemain muda yang dinamis dan veteran berpengalaman seperti Kylian Mbappé, Antoine Griezmann, dan Olivier Giroud,” jelasnya. Prancis juga dikenal dengan filosofi taktik yang fleksibel, memungkinkan mereka beradaptasi dengan berbagai gaya permainan lawan. Penampilannya di Euro 2024, di mana mereka berhasil mencapai semifinal, menambah keyakinan bahwa tim ini siap bersaing di panggung dunia.
Lineker tidak menutup kemungkinan bahwa Inggris masih memiliki peluang, namun ia menekankan bahwa proses pembenahan masih berlangsung. “Kami sedang menyiapkan generasi baru, seperti Jude Bellingham, Phil Foden, dan Bukayo Saka, yang memiliki potensi besar. Namun, mereka masih membutuhkan waktu untuk menguatkan chemistry dan pengalaman di level kompetisi tinggi,” kata Lineker.
Faktor Kunci yang Menentukan
Dalam pandangannya, terdapat tiga faktor utama yang akan menentukan siapa yang akan mengangkat piala pada 2026: kedalaman skuad, konsistensi taktik, dan kesiapan mental. Brasil unggul dalam kedalaman skuad berkat jaringan scouting yang luas di Amerika Selatan. Prancis, di sisi lain, menonjol dalam konsistensi taktik berkat pelatih Didier Deschamps yang telah membuktikan kemampuannya mengelola tekanan turnamen. Inggris masih harus menyelesaikan proses integrasi antara generasi muda dan pemain senior, serta menemukan identitas taktik yang stabil di bawah asuhan Gareth Southgate.
- Kedalaman Skuad: Brasil > Prancis > Inggris
- Konsistensi Taktik: Prancis > Brasil > Inggris
- Kesiapan Mental: Prancis > Brasil > Inggris
Selain itu, Lineker menyoroti pentingnya faktor kebugaran dan keberuntungan dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia. “Salah satu tim yang paling sering diabaikan adalah yang mampu mengelola cedera pemain kunci dan menjaga performa stabil selama fase grup hingga knockout.”
Walaupun prediksi ini menimbulkan perdebatan di kalangan fans Inggris, komentar Lineker dianggap bernilai karena ia pernah menjadi bagian dari tim yang mengukir sejarah di Piala Dunia 1990 serta memiliki pengalaman luas sebagai analis sepak bola.
Kesimpulannya, meski Inggris masih memiliki talenta individu yang menjanjikan, dua raksasa sepak bola—Brasil dan Prancis—dipandang memiliki keunggulan yang lebih jelas menjelang Piala Dunia 2026. Bagi para pendukung Inggris, tantangannya kini bukan hanya menunggu performa tim, melainkan juga menilai proses pembangunan yang sedang berlangsung dan berharap generasi muda dapat menapaki jejak kesuksesan para pendahulu.
