Keuangan.id – 22 April 2026 | Timnas Putri Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah hasil mengecewakan di FIFA Series 2026. Tim yang dipimpin pelatih Satoru Mochizuki ini menempati peringkat ke‑106 dunia, turun satu posisi dibandingkan pembaruan sebelumnya.
Pembaruan Ranking FIFA Terbaru
Menurut data resmi FIFA yang dirilis pada 21 April 2026, Garuda Pertiwi mengumpulkan 1.175,97 poin. Posisi ke‑106 menempatkan Indonesia tepat di bawah Republik Demokratik Kongo dan di atas Bulgaria (peringkat 107). Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat keenam setelah Vietnam (37), Filipina (38), Thailand (50), Myanmar (55), dan Malaysia (92). Meskipun masih berada di atas Laos, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste, penurunan satu tangga mengindikasikan kebutuhan perbaikan performa.
Hasil Pertandingan di FIFA Series 2026
Pertandingan pembuka turnamen berlangsung pada 12 April 2026 di Stadion Ratchaburi, Thailand. Indonesia memulai laga melawan Republik Demokratik Kongo dan sempat unggul lewat penalti yang berhasil dibiarkan Claudia Scheunemann. Namun, dominasi Kongo tak terelakkan; mereka membalas dengan serangkaian gol hingga mengakhiri pertandingan dengan skor 1‑7. Kekalahan telak ini langsung menggerus poin FIFA tim Garuda Pertiwi.
Setelah menelan kegagalan, Timnas Putri Indonesia kembali ke lapangan pada 15 April 2026 melawan Kaledonia Baru. Dengan taktik lebih terstruktur, skuad Indonesia berhasil mencetak empat gol—Emily Nahon, Sheva Imut (dua gol), dan Claudia Scheunemann—menang 4‑2. Kemenangan ini menghentikan rentetan kekalahan, namun poin yang diperoleh belum cukup untuk mengembalikan posisi ranking.
Analisis Dampak Terhadap Peringkat
- Kekalahan melawan Kongo: Selisih gol yang besar menyebabkan penurunan poin signifikan, berkontribusi utama pada penurunan peringkat.
- Kemenangan melawan Kaledonia Baru: Menambah poin positif, namun karena nilai kemenangan dalam pertandingan uji coba relatif lebih rendah, dampaknya terbatas.
- Perbandingan regional: Di ASEAN, persaingan semakin ketat. Vietnam tetap memimpin dengan 1.593,71 poin, sementara Indonesia harus menutup celah sekitar 400 poin untuk bersaing.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Pelatih Satoru Mochizuki mengakui bahwa kekalahan melawan Kongo menjadi “pelajaran pahit” bagi tim. Ia menekankan pentingnya konsistensi mental serta penyesuaian taktik di lini tengah. Claudia Scheunemann, yang mencetak satu gol di laga pertama dan tiga gol di laga kedua, menyatakan kebanggaan dapat membantu tim bangkit, namun menyadari bahwa pertahanan harus lebih solid.
Prospek ke Depan
Menjelang kompetisi internasional berikutnya, Timnas Putri Indonesia diproyeksikan akan mengadakan serangkaian pertandingan persahabatan melawan tim-tim Asia Selatan dan Oceania. Fokus utama pelatih adalah memperkuat pertahanan, meningkatkan kerja sama antar lini, serta memberi kesempatan bermain kepada pemain muda yang telah menunjukkan potensi di liga domestik.
Jika Garuda Pertiwi berhasil mengimplementasikan strategi baru dan memanfaatkan pengalaman dari FIFA Series 2026, perolehan poin dapat meningkat secara signifikan pada pembaruan ranking berikutnya. Namun, tantangan tetap ada, mengingat kualitas lawan di zona ASEAN semakin menanjak.
