Keuangan.id – 21 Mei 2026 | Perusahaan akuntansi besar EY saat ini menghadapi tantangan hukum dan kritik dari berbagai pihak atas kebijakan cuti orang tua yang dianggap ‘punitive’ atau hukuman. Seorang mantan magang EY Australia, Ofir Larsen, mengajukan gugatan terhadap perusahaan tersebut karena diduga melakukan tindakan balas dendam setelah dia mengajukan keluhan tentang pelecehan seksual yang dialaminya.
Sementara itu, para pemimpin perusahaan juga mengecam kebijakan cuti orang tua EY yang baru, yang mengharuskan karyawan membayar kembali dua bulan cuti orang tua jika mereka mengundurkan diri dalam waktu satu tahun setelah cuti tersebut. Mereka menilai kebijakan ini sebagai ‘hukuman’ yang tidak adil dan dapat menimbulkan dampak negatif pada kesejahteraan karyawan.
Dalam konteks lain, EY juga terlibat dalam inisiatif untuk meningkatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional perusahaan, termasuk di bidang sumber daya manusia dan operasional misi. Joe Baptiste, Senior Manager of Digital and Emerging Technology di EY, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan perlu mempersiapkan diri untuk mengadopsi teknologi AI dan melakukan perubahan budaya dan struktural untuk mendukung implementasi AI yang sukses.
Di Inggris, EY juga melaporkan bahwa London masih menjadi tujuan investasi asing yang paling menarik di Eropa, meskipun terdapat penurunan dalam jumlah proyek investasi asing di seluruh Inggris. Menurut laporan EY, London mencatat peningkatan 5% dalam proyek investasi asing pada tahun 2025, sementara Inggris secara keseluruhan mengalami penurunan 14%.
Di India, bank-bank masih sangat bergantung pada cabang-cabang fisik untuk melakukan kegiatan seperti KYC (Know Your Customer) dan dokumentasi, meskipun adanya dorongan digitalisasi. Sebuah laporan oleh EY India menemukan bahwa bank-bank perlu memahami preferensi pelanggan dan menyediakan pengalaman pelanggan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, EY telah menghadapi berbagai tantangan dan kritik, namun perusahaan tersebut terus berupaya untuk meningkatkan layanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.
