Keuangan.id – 20 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki target pembangunan 1 juta sambungan jargas hingga tahun 2028 sebagai upaya untuk menekan impor LPG dan subsidi energi nasional. Pembangunan sambungan jargas ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan gas alam di wilayah pedalaman Indonesia, sehingga dapat mengurangi ketergantungan negara pada impor LPG dan menghemat subsidi energi nasional.
Berdasarkan data, impor LPG di Indonesia masih sangat tinggi dan menjadi beban besar bagi negara. Oleh karena itu, ESDM berusaha untuk meningkatkan produksi gas alam di wilayah pedalaman Indonesia dengan cara membangun sambungan jargas. Pembangunan sambungan jargas ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang canggih dan dapat meningkatkan kualitas gas alam yang dihasilkan.
Target pembangunan 1 juta sambungan jargas hingga tahun 2028 ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan gas alam di wilayah pedalaman Indonesia sebesar 30%. Dengan demikian, impor LPG dapat menurun dan subsidi energi nasional dapat dihemat. Pembangunan sambungan jargas ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
ESDM juga berencana untuk meningkatkan investasi di sektor energi nasional. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi gas alam dan minyak bumi di Indonesia. Dengan demikian, negara dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
