Endrick Bikin Geger Ligue 1: Gol, Assist, dan Kontroversi di Laga PSG vs Lyon

Endrick Bikin Geger Ligue 1: Gol, Assist, dan Kontroversi di Laga PSG vs Lyon
Endrick Bikin Geger Ligue 1: Gol, Assist, dan Kontroversi di Laga PSG vs Lyon

Keuangan.id – 21 April 2026 | Penyerang muda asal Brasil, Endrick Felipe Moreira de Sousa (21 Juli 2006), kembali mencuri sorotan dunia sepakbola setelah menorehkan gol dan assist krusial dalam tiga laga penting musim 2025/2026. Dari keberhasilan bersama Palmeiras hingga aksi gemilang di Olympique Lyon, perjalanan sang wonderkid menegaskan mengapa ia dipandang sebagai bintang masa depan Brasil.

Penampilan Awal di Palmeiras

Endrick memulai karier profesionalnya bersama Palmeiras dan tampil impresif di Copa Libertadores 2024. Pada 10 Mei 2024, ia mencetak gol pembuka melawan Liverpool Montevideo (5‑0) dan memberikan assist kepada Raphael Veiga, menjadikannya pemain pertama yang mencetak gol dan assist dalam satu pertandingan bagi klub asal Brasil itu. Penampilan tersebut menjadi puncak sebelum kepindahan ke Real Madrid pada musim panas 2024.

Momen Gol dan Assist di Lyon

Setelah bergabung dengan Real Madrid, Endrick dikirimkan dengan sistem pinjaman ke Olympique Lyon untuk paruh kedua musim 2025/2026. Di Ligue 1 dan Coupe de France, ia terus menunjukkan kelasnya. Pada 4 Februari 2026, Lyon melawan Stade Lavallois di 16 besar Coupe de France. Endrick membuka skor pada menit ke‑80 dan kemudian memberikan assist kepada Afonso Moreira pada menit 90+4, memastikan kemenangan 2‑0.

Kontroversi terbesar muncul pada pekan ke‑30 Ligue 1, ketika Lyon menyingkirkan PSG dengan skor 2‑1 di Parc des Princes (21 April 2026). Endrick membuka keunggulan lewat tembakan kaki kiri dalam kotak penalti pada menit ke‑6, lalu memberikan assist kepada Moreira pada menit ke‑18. Gol tersebut mengantarkan Lyon kembali ke posisi tiga klasemen, hanya terpaut satu poin dari pemuncak Lens.

Kontroversi di Parc des Princes

Selebrasi gol pertama Endrick menimbulkan ketegangan. Ia menari selama hampir lima belas detik di depan suporter PSG, memancing reaksi keras dari bek tim tuan rumah, Achraf Hakimi, yang sebelumnya bermain untuk Real Madrid. Hakimi menghampiri Endrick, memberikan teguran tegas di lapangan, menyatakan bahwa perayaan berlebihan dapat mengganggu fokus tim. Meskipun demikian, performa Endrick tidak terpengaruh; ia tetap menjadi penentu kemenangan Lyon.

Hubungan dengan Pelatih Paulo Fonseca

Sesaat sebelum laga melawan PSG, pelatih Lyon, Paulo Fonseca, sempat mengkritik kerja keras Endrick secara publik setelah hasil imbang melawan Angers. Fonseca menilai pemain muda itu masih memiliki “obligasi untuk berbuat lebih”. Endrick menanggapi kritik tersebut dengan sikap dewasa, menyatakan tidak ada masalah dengan pelatihnya dan berkomitmen memberikan respon terbaik di lapangan. Kedua pihak kemudian berkomunikasi secara internal, dan hubungan mereka tampak membaik menjelang sisa musim.

Dampak pada Peringkat Ligue 1 dan Prospek Kembali ke Real Madrid

Statistik hingga 21 April 2026 menunjukkan Endrick telah tampil dalam 139 pertandingan senior, mencetak 35 gol dan 11 assist. Di Lyon, ia mencatat tujuh gol dan tujuh assist dalam 17 pertandingan, membantu tim meraih 54 poin dan menempati peringkat ketiga. Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat posisi Lyon, tetapi juga menambah nilai jual pemain muda tersebut bagi Real Madrid, yang diperkirakan akan kembali memanggilnya pada akhir Juni 2026.

Dengan performa konsisten, Endrick berpotensi menjadi salah satu penyerang utama Brasil di level internasional, mengingat ia telah memiliki 15 caps dan tiga gol bersama timnas senior.

Secara keseluruhan, tiga laga bersejarah—gol dan assist melawan Liverpool Montevideo, kemenangan dramatis melawan Laval, serta aksi penakluk PSG—menegaskan bahwa Endrick bukan sekadar talenta muda, melainkan pengubah permainan yang dapat mengukir sejarah di panggung Eropa.

Exit mobile version