Keuangan.id – 10 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam rangka memperkuat ekosistem digital, pemerintah menyoroti inovasi di sektor transportasi online sebagai contoh konkret yang mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis pajak.
Transportasi online telah mengubah cara mobilitas warga, sekaligus menjadi motor penggerak bagi layanan pendukung seperti logistik, pembayaran digital, dan analitik data. Dengan penerapan AI, platform ride‑hailing dapat mengoptimalkan rute, memperkirakan permintaan, serta meningkatkan keamanan penumpang.
Berikut beberapa langkah strategis yang diuraikan oleh Menteri Hartarto:
- Pengembangan infrastruktur 5G untuk mempercepat konektivitas data real‑time.
- Penyederhanaan regulasi bagi perusahaan start‑up transportasi melalui sandbox regulasi.
- Peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui program pelatihan AI dan big data.
- Dukungan fiskal berupa insentif pajak bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan.
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan nilai transaksi transportasi online mencapai 18 % tahun lalu, dengan kontribusi langsung terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) digital sebesar Rp 150 triliun. Berikut rangkuman singkatnya:
| Tahun | Transaksi (Triliun Rp) | Pertumbuhan % |
|---|---|---|
| 2022 | 127 | 15 |
| 2023 | 150 | 18 |
Dengan ekosistem yang terus berkembang, harapan pemerintah adalah agar inovasi transportasi online tidak hanya meningkatkan efisiensi mobilitas, tetapi juga mendorong adopsi teknologi AI di sektor‑sektor lain seperti perdagangan elektronik, layanan kesehatan, dan pendidikan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi diharapkan menghasilkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
