Dua Sentimen Ini Tekan Emas, Harga Terkoreksi Dua Persen

Dua Sentimen Ini Tekan Emas, Harga Terkoreksi Dua Persen
Dua Sentimen Ini Tekan Emas, Harga Terkoreksi Dua Persen

Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Harga emas global mengalami penurunan signifikan sebesar lebih dari dua persen dalam satu minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh dua sentimen utama yang menguasai pasar keuangan internasional.

Sentimen pertama adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Sejak awal minggu, indeks dolar (DXY) mencatat kenaikan yang konsisten, menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, setiap penguatan mata uang ini otomatis menurunkan daya beli emas bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan harga.

Sentimen kedua adalah meningkatnya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di Amerika Serikat. Data inflasi yang masih berada di atas target Federal Reserve memicu spekulasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih agresif daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan imbal hasil obligasi, yang menjadi alternatif menarik dibandingkan emas, sehingga menurunkan permintaan logam mulia.

Di samping kedua faktor tersebut, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, menambah ketidakpastian pasar. Meskipun biasanya ketegangan geopolitik dapat meningkatkan permintaan safe‑haven seperti emas, dalam konteks saat ini investor tampak lebih mengutamakan likuiditas dan instrumen berbunga karena prospek kebijakan moneter yang ketat.

  • Dolar AS: Menguat sekitar 1,2% terhadap keranjang mata uang utama dalam seminggu terakhir.
  • Ekspektasi suku bunga: Prediksi kenaikan Fed hingga 0,25% pada pertemuan berikutnya.
  • Konflik Iran: Memicu volatilitas di pasar energi, namun dampaknya pada emas terbatas karena dominasi faktor moneter.

Akibat kombinasi faktor di atas, harga spot emas turun dari sekitar US$1.950 per ons pada awal pekan menjadi di bawah US$1.900 per ons pada akhir pekan, mencatat koreksi lebih dari dua persen. Analis pasar memperkirakan bahwa jika dolar tetap kuat dan kebijakan moneter Fed tetap hawkish, tekanan pada harga emas dapat berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.

Exit mobile version