Keuangan.id – 17 April 2026 | Jadwal laga internasional antara Inggris dan Jepang yang akan digelar pada pekan ini menjadi sorotan utama karena dua pemain kunci Arsenal, Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli, dipastikan absen. Cedera otot pada kaki kanan Saka dan masalah hamstring pada Martinelli membuat keduanya tidak dapat bergabung dengan skuad nasional, menambah tantangan bagi manajer England, Gareth Southgate, dalam menyiapkan formasi melawan tim Asia yang dikenal disiplin.
Sementara itu, pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, yang kini mengemban tugas sebagai konsultan taktik untuk beberapa pemain Inggris, menegaskan bahwa tidak ada tekanan politik atau konflik kepentingan antara klub dan negara dalam keputusan seleksi pemain. “Saya tidak pernah mendengar ada campur tangan klub dalam pemilihan pemain untuk timnas. Setiap pemanggilan didasarkan pada performa dan kebugaran pemain,” ujar Tuchel dalam konferensi pers virtual yang dihadiri oleh wartawan internasional.
Arsenal dan Taktik Arteta: Suara Kritik dari Mantan Gelandang
Ketidakhadiran dua bintang Arsenal tidak lepas dari perdebatan internal yang telah lama menggelayuti klub. Mantan gelandang Italia, Jorginho, yang meninggalkan Arsenal pada musim panas 2025, kembali mengeluarkan komentar tentang gaya permainan yang diterapkan oleh manajer Mikel Arteta. Jorginho menilai bahwa taktik bola mati yang menjadi andalan Arsenal akhir-akhir ini mengorbankan kreativitas pemain di lini serang.
“Arteta terlalu fokus pada set-piece, seolah‑olah itu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan setiap hari. Hasilnya memang kadang memuaskan, namun keindahan sepak bola menjadi terpinggirkan,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif. Jorginho menambahkan bahwa tekanan untuk menghasilkan poin dalam kompetisi domestik dan Eropa membuat Arteta mengorbankan kebebasan pemain, yang pada gilirannya memengaruhi performa mereka di panggung internasional.
Bagaimana Absennya Saka dan Martinelli Mempengaruhi Timnas Inggris
Tanpa kehadiran Saka, yang biasanya menjadi penggerak serangan sayap kanan, Southgate dipaksa menyesuaikan taktik. Pilihan alternatif mencakup penggunaan Jack Grealish atau Phil Foden di posisi serang, meski keduanya lebih familiar di lini tengah. Di sisi lain, Martinelli yang dikenal memiliki kemampuan menembus pertahanan dengan kecepatan, digantikan oleh Anthony Gordon yang memiliki profil serupa namun belum menunjukkan konsistensi di level internasional.
Kombinasi perubahan posisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Inggris akan kehilangan kecepatan transisi yang menjadi ciri khas mereka dalam pertemuan melawan Jepang. Namun, Southgate menegaskan bahwa kedalaman skuad Inggris memungkinkan mereka tetap kompetitif.
Tuchel Membantah Isu Klub vs Negara
Isu bahwa klub-klub Premier League menahan pemainnya demi kepentingan liga kerap muncul menjelang kompetisi internasional. Tuchel, yang pernah melatih klub-klub besar seperti PSG dan Chelsea, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan tertulis yang melarang pemain berpartisipasi bagi negaranya.
“Kita semua menginginkan yang terbaik bagi pemain dan negara. Jika ada pemain yang cedera, keputusan itu datang dari tim medis klub dan tim medis nasional, bukan dari pertimbangan politik atau komersial,” jelas Tuchel. Pernyataan ini berusaha menenangkan spekulasi media yang sempat menyebutkan kemungkinan tekanan klub dalam mengurangi beban pemain internasional.
Mengenang Legenda Arsenal: Alexander Manninger
Di tengah perbincangan tentang pemain aktif, tak lupa pula Arsenal mengenang mantan kiper legendaris, Alexander Manninger, yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis pada April 2026. Selama kariernya, Manninger pernah berkontribusi pada gelar Premier League Arsenal musim 1997/1998 dan menjadi bagian penting dalam sejarah klub. Kepergiannya menambah nuansa melankolis pada dunia sepak bola Inggris, mengingat peran penting yang pernah ia mainkan bagi Arsenal.
Kenangan akan Manninger sekaligus kritik internal tentang taktik dan kebijakan seleksi pemain menyoroti betapa kompleksnya ekosistem sepak bola modern, di mana performa individu, kebijakan klub, serta kepentingan nasional saling bersinggungan.
Dengan dua bintang Arsenal tidak dapat berpartisipasi, Inggris harus mengandalkan kedalaman skuad serta fleksibilitas taktik untuk mengatasi tantangan melawan Jepang. Sementara itu, pernyataan Tuchel menegaskan bahwa keputusan seleksi tetap berada di tangan federasi dan tim medis, bukan dipengaruhi oleh agenda klub. Kritik Jorginho terhadap pendekatan Arteta menambah dimensi baru dalam diskusi tentang keseimbangan antara hasil dan estetika permainan. Semua faktor ini menjadi latar belakang yang menegangkan menjelang laga yang diprediksi akan menjadi pertarungan taktik dan mentalitas di antara dua tim yang sama-sama mengincar kemenangan.
