Keuangan.id – 16 April 2026 | Bank BTN dan satu lagi lembaga keuangan terkemuka masih berjuang meningkatkan penyelesaian kredit bermasalah yang merupakan warisan masa lalu. Kedua bank ini menargetkan pertumbuhan pendapatan pemulihan (recovery income) yang signifikan demi memperbaiki kualitas aset dan menurunkan rasio NPL (Non‑Performing Loan).
Bank BTN berhasil mencatat pendapatan pemulihan sekitar Rp800 miliar setiap tahun melalui penagihan, restrukturisasi, dan penjualan aset bermasalah. Untuk tahun mendatang, targetnya dinaikkan menjadi Rp1 triliun dengan memperluas pendekatan penyelesaian.
Bank kedua, yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, juga mengimplementasikan strategi serupa, fokus pada optimalisasi portofolio kredit macet dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi proses penagihan.
Strategi utama yang diterapkan oleh kedua bank meliputi:
- Restrukturisasi kredit: Menyesuaikan tenor, suku bunga, atau memberikan keringanan pembayaran kepada debitur yang memiliki potensi pemulihan.
- Penjualan aset non‑performing: Mengalihkan aset bermasalah ke pihak ketiga melalui penawaran sekuritisasi atau penjualan langsung.
- Penggunaan data analitik: Memanfaatkan big data dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi risiko lebih dini dan merancang solusi yang tepat.
- Peningkatan kapasitas tim recovery: Memperkuat tim penagihan dengan pelatihan khusus serta menambah tenaga profesional yang berpengalaman.
- Kolaborasi dengan regulator: Mengikuti kebijakan OJK terkait penyelesaian kredit bermasalah dan memanfaatkan insentif yang tersedia.
Hasil dari upaya ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pemulihan, tetapi juga memperbaiki citra bank di mata investor dan nasabah. Dengan target Rp1 triliun, Bank BTN berharap dapat menurunkan rasio NPL secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Secara keseluruhan, perjuangan kedua bank ini mencerminkan komitmen industri perbankan Indonesia untuk membersihkan neraca dari beban kredit bermasalah, sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
