Keuangan.id – 28 April 2026 | Arsenal kembali menanti perkembangan pinjaman Ethan Nwaneri di Olympique de Marseille. Pemain muda berusia 19 tahun ini kini menjadi sorotan tidak hanya karena penampilannya yang minim, tetapi juga karena implikasi keuangan yang menguntungkan klub asal London.
Situasi di Stade Vélodrome
Marseille, yang kini berada di urutan keenam Ligue 1, menampilkan hasil imbang 1-1 melawan Nice pada akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, Nwaneri hanya duduk di bangku cadangan, menandai penampakan keduanya dalam tiga laga liga sejak kedatangan mantan pelatih Roberto De Zerbi digantikan oleh Habib Beye.
Pelatih baru tersebut lebih memilih Mason Greenwood serta Timothy Weah untuk mengisi posisi sayap kanan, meninggalkan Nwaneri dengan total hanya 152 menit bermain di liga sejak Beye mengambil alih. Selama periode tersebut, ia mencatat satu gol dan satu assist, sekaligus gagal mengeksekusi tendangan penalti yang berujung pada kegagalan Marseille di Coupe de France.
Konsekuensi Finansial bagi Arsenal
L’Equipe melaporkan adanya klausul khusus dalam kontrak peminjaman yang menurunkan biaya sewa semakin banyak menit yang dimainkan pemain. Sebaliknya, semakin sedikit jam bermain Nwaneri, semakin besar dana yang akan diterima Arsenal pada akhir masa pinjaman.
- Biaya sewa awal: £1,3 juta untuk paruh kedua musim 2025/26.
- Potensi biaya maksimum: £3,5 juta tergantung jumlah penampilan.
- Estimasi akhir: mendekati batas atas karena minimnya menit lapangan.
Dengan kondisi ini, Gunners diproyeksikan memperoleh tambahan dana yang cukup signifikan, yang dapat membantu menyeimbangkan buku keuangan klub menjelang akhir musim.
Kontroversi Mason Greenwood
Sementara Nwaneri berjuang mendapatkan kesempatan, Mason Greenwood, pemain asal Inggris yang dibeli Marseille seharga £27 juta pada 2024, juga mengalami masalah. Pada laga melawan Nice, ia dimasukkan sebagai pemain pengganti pada menit ke‑63 setelah dinyatakan “menderita cedera” oleh Beye. Namun, laporan Foot Mercato mengungkap bahwa keputusan menurunkan Greenwood ke bangku cadangan juga dipengaruhi oleh ketegangan pribadi antara pemain dan pelatih.
Greenwood, yang menjadi pencetak gol terbanyak Marseille musim ini dengan 25 gol dalam 42 penampilan, akhirnya tidak mampu mengubah hasil imbang tersebut. Kedua isu ini menambah tekanan pada Beye, yang harus menyeimbangkan kebutuhan taktik dengan dinamika internal tim.
Dampak pada Arsenal dan Prospek Masa Depan
Arsenal dapat memanfaatkan situasi ini untuk menilai kembali strategi pengembangan pemain muda melalui pinjaman. Jika Nwaneri kembali ke London dengan pengalaman internasional meski terbatas, pelatih Mikel Arteta dapat menilai potensi integrasinya ke skuad utama.
Di sisi lain, keputusan Beye untuk menyingkirkan pemain muda berpotensi menimbulkan kritik dari suporter Marseille yang mengharapkan pemanfaatan maksimal talenta asing. Keputusan taktis ini juga memengaruhi peluang klub dalam perebutan tempat di Liga Champions, mengingat mereka kini berada di zona Conference League Play‑offs.
Dengan tiga laga liga tersisa—melawan Nantes, Le Havre, dan Rennes—Marseille harus memperbaiki performa agar tetap bersaing di papan atas. Sementara itu, Arsenal menantikan kepastian keuangan dan menilai apakah Nwaneri akan kembali sebagai pemain yang lebih matang atau tetap menjadi bahan diskusi.
