Keuangan.id – 02 April 2026 | Turnamen Liga Champions Wanita UEFA 2025/26 kembali menyajikan aksi-aksi menegangkan di babak perempat final. Pada malam Kamis, 2 April 2026, dua laga penting sekaligus berlangsung: leg kedua antara Barcelona Femeni dan Real Madrid Femenino di Camp Nou, serta konfrontasi Bayern Munich Women melawan Manchester United Women di Allianz Arena. Kedua pertandingan mengukir cerita berbeda, namun sama-sama menambah ketegangan menjelang semifinal.
Barcelona Femeni vs Real Madrid Femenino: Leg Kedua yang Menentukan
Setelah mencatat kemenangan telak 3-0 di leg pertama pada 26 Maret 2026, Barcelona Femeni masuk ke laga tandang dengan keunggulan agregat yang mengintimidasi. Real Madrid Femenino, yang sebelumnya pernah mencatat kemenangan 3-0 melawan Barcelona pada November 2025, bertekad mengejar selisih tiga gol.
Berita pra‑pertandingan menyebutkan beberapa poin kunci. Barcelona menyiapkan formasi 4-3-3 dengan pemain inti seperti Asisat Oshoala, Alexia Putellas, dan Marta Cardona. Sementara Real Madrid menurunkan lini serang yang dipimpin oleh Kosovare Asllani dan Melvine Malard, yang berhasil mencetak gol cepat pada menit ke‑11 di leg kedua.
Statistik pertemuan terkini menunjukkan dominasi Barcelona:
| Pertandingan | Skor |
|---|---|
| 26 Maret 2026 | Real Madrid 0 – 3 Barcelona |
| 25 Januari 2026 | Barcelona 3 – 0 Real Madrid |
| 15 November 2025 | Barcelona 4 – 1 Real Madrid |
| 23 Maret 2025 | Barcelona 0 – 3 Real Madrid |
Leg kedua berakhir dengan skor 2-1 untuk Barcelona, yang berhasil menambah dua gol lewat aksi kolektif di babak kedua. Gol pertama Real Madrid dicetak oleh Melvine Malard, namun Barcelona kembali unggul lewat serangan balik yang dipimpin Alexia Putellas pada menit ke‑57, diikuti gol penutup oleh Asisat Oshoala pada menit ke‑78. Dengan agregat 5-1, Barcelona melaju ke semifinal dengan keyakinan tinggi.
Bayern Munich Women vs Manchester United Women: Kemenangan Tipis yang Membawa ke Semifinal
Di Jerman, Bayern Munich Women menampilkan permainan agresif melawan Manchester United Women. Setelah leg pertama berakhir dengan kemenangan Bayern 3-2 di Inggris, leg kedua di Allianz Arena menjadi ajang pertarungan sengit. Gol awal dicetak oleh Melvine Malard (Manchester United) pada menit ke‑11, namun Bayern membalas lewat sundulan Glódís Perla Viggósdóttir pada menit ke‑81 dan gol penutup Linda Dallmann pada menit ke‑84. Skor akhir 2-1 untuk Bayern memberi agregat 5-3, memastikan tempat mereka di semifinal.
Di sisi lain, Chelsea Women berhadapan dengan Arsenal Women di Stamford Bridge. Leg pertama berakhir 3-1 untuk Arsenal, dan leg kedua berakhir 1-0 untuk Chelsea berkat gol Sjoeke Nüsken pada menit 90+4. Namun, selisih agregat tetap menguntungkan Arsenal (4-1), sehingga mereka melaju ke semifinal.
Jadwal Semifinal dan Peluang Meraih Gelar
Semifinal dijadwalkan pada 25 dan 26 April 2026. Barcelona Femeni akan bertemu pemenang antara Bayern Munich Women dan Manchester United Women, sementara Arsenal Women menanti hasil laga antara Wolfsburg dan Olympique Lyonnais (OL Lyonnes). Kedua jalur semifinal menampilkan kombinasi tim dengan taktik berbeda: Barcelona mengandalkan penguasaan bola dan kreativitas, Bayern menonjolkan pressing tinggi, sementara Arsenal menampilkan serangan cepat melalui Caitlin Foord.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Barcelona memiliki keunggulan dalam hal xG (expected goals) pada fase grup dan perempat final, mencatat rata‑rata 2,8 xG per pertandingan. Bayern, meskipun memiliki pertahanan solid, menunjukkan peningkatan xG pada babak kedua melawan Manchester United, menandakan efektivitas serangan sudutnya.
Kesimpulan
Perempat final Liga Champions Wanita UEFA 2025/26 menegaskan kembali bahwa kompetisi ini kini semakin kompetitif. Barcelona Femeni memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat dengan agregat 5-1 atas Real Madrid Femenino. Bayern Munich Women dan Arsenal Women melaju ke semifinal, menyiapkan pertarungan yang menjanjikan pada akhir April. Penonton dapat menantikan aksi-aksi taktik cerdas, pemain bintang yang bersinar, serta kemungkinan munculnya tim baru yang mampu menantang dominasi tradisional dalam sepak bola wanita Eropa.
