Keuangan.id – 11 April 2026 | Harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa minggu terakhir, memicu perbincangan luas tentang dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Kenaikan ini, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan penurunan pasokan, diproyeksikan akan berlanjut hingga kuartal berikutnya.
Berikut beberapa poin penting yang diuraikan oleh ekonom tersebut:
- Batubara: Harga batu bara internasional telah naik sekitar 12% sejak awal tahun, memberi ruang margin bagi produsen Indonesia.
- Nikel: Dengan transisi ke kendaraan listrik, permintaan nikel untuk baterai diperkirakan meningkat 20% tahun ini.
- CPO: Harga kelapa sawit stabil di atas US$ 850 per ton, menandakan keuntungan berkelanjutan bagi petani dan eksportir.
Data perkiraan harga komoditas utama selama tiga bulan ke depan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Komoditas | Harga Saat Ini (USD/ton) | Proyeksi 3 Bulan |
|---|---|---|
| Batubara | 110 | 115-120 |
| Nikel | 18500 | 19000-20000 |
| CPO | 850 | 860-880 |
Namun, ekonom tersebut juga mengingatkan beberapa risiko yang harus diwaspadai, antara lain fluktuasi nilai tukar rupiah, kebijakan lingkungan yang semakin ketat, serta potensi penurunan permintaan jika harga minyak kembali stabil atau turun.
Ia menyarankan pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat rantai nilai domestik, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperluas pasar ekspor melalui perjanjian perdagangan baru. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memaksimalkan manfaat lonjakan harga minyak bagi sektor SDA tanpa menimbulkan ketergantungan berlebih pada satu komoditas.
