Keuangan.id – 26 April 2026 | Vale Indonesia (INCO) terus mempromosikan diri sebagai produsen nikel hijau, namun data terbaru menunjukkan bahwa kinerja lingkungan perusahaan justru mengalami penurunan.
Emisi karbon yang meningkat
Peningkatan konsumsi energi dan limbah
Penggunaan energi listrik meningkat 9%, sedangkan total limbah padat yang dihasilkan naik 15%.
Reklamasi lahan yang melambat
Area lahan yang berhasil direklamasi turun 20% dibandingkan target tahunan, menandakan kegagalan dalam memenuhi komitmen lingkungan.
Efisiensi produksi menjadi tantangan
Produktivitas operasional menurun 5% akibat penurunan kualitas bijih dan gangguan operasional, memperparah jejak lingkungan.
| Indikator | Perubahan |
|---|---|
| Emisi CO₂ | +12% |
| Konsumsi energi | +9% |
| Limbah padat | +15% |
| Reklamasi lahan | -20% |
| Produktivitas | -5% |
Dengan tren negatif ini, klaim nikel hijau yang diusung INCO dipertanyakan, menuntut transparansi dan tindakan perbaikan yang nyata.
