Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Desa Manemeng, yang terletak di wilayah pedesaan, kini menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kerakyatan dapat ditingkatkan melalui sinergi gotong royong dan program Desa BRILiaN yang digalakkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Inisiatif ini menekankan pemberdayaan usaha mikro, digitalisasi layanan desa, serta pembentukan jaringan pasar bagi produk lokal.
Program Desa BRILiaN di Manemeng mencakup empat pilar utama:
- Fasilitas pembiayaan mikro: BRI menyediakan kredit ringan bagi petani, pengrajin, dan pelaku usaha kecil dengan bunga kompetitif.
- Pelatihan digital: Warga diberikan kelas literasi keuangan, penggunaan aplikasi pembayaran digital, dan pemasaran online.
- Pembangunan infrastruktur desa: Pemasangan jaringan internet desa, perbaikan jalan akses pasar, serta pembangunan pusat usaha bersama.
- Pembentukan koperasi gotong royong: Mengintegrasikan semangat kebersamaan untuk mengelola dana bersama, memasarkan produk, dan mengawasi penggunaan sumber daya.
Hasil sementara menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa indikator ekonomi desa:
| Indikator | 2019 | 2023 |
|---|---|---|
| Jumlah usaha mikro | 45 | 78 |
| Total penyaluran kredit (juta Rupiah) | 1,2 | 3,6 |
| Transaksi digital per bulan (ribu Rupiah) | 15 | 84 |
| Penghasilan rata‑rata per kepala keluarga (juta Rupiah) | 3,5 | 5,9 |
Para pelaku usaha lokal, seperti pengrajin anyaman bambu dan petani padi organik, kini dapat memasarkan produk mereka secara online melalui platform yang disediakan oleh BRI. Hal ini tidak hanya membuka pasar regional, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk.
Selain itu, sistem pembayaran digital yang terintegrasi dengan rekening desa mempermudah proses pembayaran pajak, belanja bahan baku, dan penyaluran bantuan sosial. Warga melaporkan bahwa waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk urusan administrasi berkurang hingga 40 persen.
Komitmen pemerintah desa untuk menjaga semangat gotong royong tetap menjadi landasan utama. Setiap bulan, warga menggelar kegiatan “Pasar Gotong Royong” di balai desa, di mana produk lokal dipamerkan, sekaligus menjadi ajang edukasi penggunaan aplikasi pembayaran digital.
Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan Desa Manemeng dapat menjadi model bagi desa‑desa lain dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi antara sektor keuangan, teknologi, dan budaya kebersamaan.
