Keuangan.id – 10 April 2026 | Data terbaru yang dirilis oleh otoritas pasar modal mengungkapkan bahwa investor Lo Kheng Hong telah menambah kepemilikan saham perusahaan GJTL menjadi 6,257 %.
Peningkatan ini menandai langkah strategis setelah sebelumnya Lo Kheng Hong memegang sekitar 5,1 % saham perusahaan pada kuartal sebelumnya. Penambahan sekitar 1,1 poin persentase tersebut dilakukan melalui pembelian tambahan di pasar sekunder.
GJTL, yang bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif, mencatatkan kinerja keuangan yang stabil selama beberapa kuartal terakhir, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 8 % dan margin laba bersih yang tetap berada di kisaran 5‑6 %. Kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan dipicu oleh rencana ekspansi kapasitas produksi serta kemitraan baru dengan produsen kendaraan listrik.
- Persentase kepemilikan baru: 6,257 %
- Jumlah saham tambahan yang dibeli: diperkirakan sekitar 200.000 lembar (dengan asumsi total saham beredar 3,2 miliar).
- Nilai transaksi: diperkirakan senilai sekitar Rp 120 miliar, mengingat harga rata‑rata saham pada saat pembelian.
Langkah Lo Kheng Hong dipandang sebagai sinyal bullish yang dapat menarik minat investor institusional lain. Analyst pasar memperkirakan bahwa peningkatan kepemilikan oleh pemegang saham utama seringkali mendorong harga saham naik dalam jangka pendek, terutama bila disertai dengan prospek pertumbuhan yang positif.
Selain itu, peningkatan porsi saham ini dapat memperkuat posisi Lo Kheng Hong dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, termasuk kebijakan dividen, rencana investasi, dan aliansi bisnis.
Para pengamat tetap memantau reaksi pasar terhadap pengumuman ini, terutama mengingat volatilitas sektor otomotif yang dipengaruhi oleh dinamika harga bahan baku dan transisi ke kendaraan listrik.
