Keuangan.id – 07 April 2026 | PT Danantara Tbk memperkuat strategi investasinya dengan menitikberatkan pada dua bidang utama: energi terbarukan dan solusi digital. Langkah ini diambil di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan inflasi.
Manajemen perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh atas portofolio yang ada, menyingkirkan aset yang dianggap kurang strategis, dan mengalokasikan kembali dana ke proyek‑proyek yang menawarkan pertumbuhan jangka panjang serta sinergi antar sektor.
Beberapa inisiatif utama yang diumumkan antara lain:
- Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya seluas 500 megawatt di wilayah Jawa Barat, dengan target operasi penuh pada akhir 2027.
- Pengembangan platform digital untuk manajemen aset energi, yang mengintegrasikan data real‑time, analitik AI, dan layanan pemeliharaan jarak jauh.
- Kerjasama strategis dengan perusahaan energi internasional untuk transfer teknologi dan akses ke pasar regional.
Untuk memperkuat posisi kompetitif, Danantara juga memperluas jaringan kemitraan internasional, termasuk perjanjian joint‑venture dengan firma teknologi asal Eropa dan Asia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi terkini serta membuka peluang ekspor layanan digital.
Langkah diversifikasi ini sejalan dengan tren industri yang mengarah pada konvergensi energi bersih dan transformasi digital. Dengan menyeimbangkan portofolio antara proyek fisik dan solusi berbasis data, Danantara menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 8‑10 persen selama lima tahun ke depan.
