Danantara Borong Saham saat IHSG Melemah

Danantara Borong Saham saat IHSG Melemah
Danantara Borong Saham saat IHSG Melemah

Keuangan.id – 09 April 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami penurunan pada indeks IHSG baru-baru ini, dipicu oleh gejolak ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan moneter. Di tengah tekanan tersebut, perusahaan investasi Danantara memilih untuk meningkatkan pembelian saham, dengan fokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Strategi Danantara mencerminkan keyakinan bahwa penurunan pasar tidak selalu berarti melemahnya nilai intrinsik perusahaan. Menurut manajemen, penurunan IHSG membuka peluang untuk memperoleh saham-saham berkualitas dengan harga lebih murah, sehingga potensi keuntungan jangka panjang dapat meningkat.

Berikut adalah beberapa kriteria utama yang menjadi acuan Danantara dalam memilih saham selama fase pasar melemah:

  • Fundamental kuat: Emiten yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan konsisten, margin laba yang stabil, dan rasio keuangan sehat.
  • Likuiditas tinggi: Saham dengan volume perdagangan yang cukup sehingga memungkinkan masuk dan keluar posisi tanpa menimbulkan volatilitas berlebih.
  • Posisi pasar yang defensif: Sektor-sektor yang relatif tahan terhadap siklus ekonomi, seperti konsumer staples, utilitas, dan infrastruktur.
  • Valuasi menarik: Rasio harga terhadap earnings (P/E) atau price-to-book (P/B) yang berada di bawah rata-rata industri.

Dalam praktiknya, Danantara melakukan analisis mendalam terhadap laporan keuangan kuartalan, prospek pertumbuhan, serta faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Penilaian ini dipadukan dengan pemantauan likuiditas harian untuk memastikan eksekusi perdagangan yang efisien.

Langkah pembelian saham secara agresif ini diharapkan dapat memberikan dua manfaat utama bagi investor Danantara. Pertama, meningkatkan eksposur portofolio terhadap perusahaan dengan potensi upside yang signifikan ketika pasar kembali stabil. Kedua, memperkecil dampak penurunan nilai portofolio secara keseluruhan dengan menambah aset yang diperkirakan undervalued.

Namun, manajemen juga menekankan pentingnya manajemen risiko. Meskipun fokus pada saham likuid dan fundamental kuat, Danantara tetap menerapkan batasan eksposur sektor serta menggunakan stop-loss order untuk melindungi modal dari pergerakan pasar yang ekstrem.

Secara keseluruhan, keputusan Danantara untuk borong saham saat IHSG melemah mencerminkan pendekatan investasi yang proaktif dan berbasis nilai. Investor yang mengikuti jejak serupa diharapkan dapat memanfaatkan peluang beli di tengah volatilitas, asalkan dilengkapi dengan analisis yang mendalam dan kebijakan manajemen risiko yang ketat.

Exit mobile version