Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Baru-baru ini Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengonfirmasi bahwa mereka telah memperoleh sebagian saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Transaksi ini menambah daftar pemegang saham GOTO dengan satu nama institusi baru.
Latar Belakang Danantara
Danantara merupakan BPI yang fokus pada investasi di sektor teknologi dan e‑commerce. Masuknya Danantara ke dalam struktur kepemilikan GOTO diharapkan dapat memberikan dukungan modal jangka panjang serta sinergi strategis.
Perubahan Struktur Kepemilikan
Setelah akuisisi, komposisi pemegang saham GOTO mengalami penyesuaian. Berikut ringkasan persentase kepemilikan utama berdasarkan data terbaru:
| Pemegang Saham | Persentase |
|---|---|
| Founder & Manajemen | ≈ 30% |
| Investors institusional lainnya | ≈ 45% |
| Danantara (BPI) | ≈ 5%‑7% |
| Publik | ≈ 18%‑20% |
Persentase di atas bersifat indikatif karena BPI belum mengumumkan angka pasti. Namun, kehadiran Danantara dipastikan berada di kisaran lima hingga tujuh persen.
Dampak terhadap Harga Saham
Berita masuknya Danantara disambut positif oleh pasar. Pada sesi perdagangan berikutnya, saham GOTO mencatat kenaikan sekitar 2‑3 persen, mencerminkan ekspektasi investor bahwa tambahan modal akan memperkuat posisi kompetitif GOTO di pasar digital Indonesia.
Para analis juga mencatat bahwa kepemilikan institusional yang semakin beragam dapat meningkatkan likuiditas serta mengurangi volatilitas harga saham di masa mendatang.
Dengan tambahan pemegang saham GOTO ini, BPI Danantara kini menjadi salah satu pemilik penting yang dapat mempengaruhi arah strategi perusahaan, termasuk ekspansi layanan fintech dan logistik.
