Keuangan.id – 29 April 2026 | Corinthians sedang berada di persimpangan krusial. Di satu sisi, beban utang klub mencapai angka yang mengkhawatirkan, sementara di sisi lain pemain bintang asal Belanda, Memphis Depay, menjadi sorotan tajam dari jajaran direksi. Di tengah gejolak tersebut, talenta muda Breno Bidon mendapat sorotan positif dari legenda Kaká, menambah harapan bagi tim menjelang laga penting di Copa Libertadores melawan Peñarol.
Anggota dewan direksi, César Romeu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Depay dalam sebuah wawancara dengan Central do Timão. Menurutnya, gaji Depay yang mencapai satu juta euro per bulan tidak sebanding dengan kontribusinya: hanya satu gol dan satu assist dalam dua belas penampilan, serta delapan belas pertandingan yang ia lewati karena cedera. “Satu juta euro per bulan, namun dia belum mencetak gol dan tidak memberikan assist. Itu seperti sumur tanpa dasar,” ujar Romeu dengan nada marah.
Selain masalah performa, Depay menambah beban keuangan klub. Utang terkait gajinya masih mencapai tujuh juta euro, menambah total kewajiban finansial Corinthians yang sudah sangat tinggi. Dalam upaya menstabilkan kondisi, Romeu menegaskan dukungan penuh kepada ketua Osmar Stabile, yang berupaya melunasi utang-utang tersebut melalui restrukturisasi dan penambahan mitra keuangan.
Rencana Tiga Langkah untuk Menjaga Depay
- Negosiasi perpanjangan kontrak yang disepakati kedua belah pihak.
- Revisi struktur gaji agar lebih berkelanjutan secara finansial.
- Pencarian sponsor atau mitra keuangan tambahan untuk menutupi beban utang.
Meski ada tekanan, klub tetap berkeinginan mempertahankan Depay karena potensi komersial dan pengalaman internasionalnya. Namun, keberlangsungan pemain tersebut sangat bergantung pada keberhasilan rencana keuangan yang diusulkan.
Persiapan Libertadores: Corinthians vs Peñarol
Pertandingan penting dijadwalkan pada 1 Mei 2026 di Neo Química Arena, markas Corinthians dalam fase grup ketiga Copa Libertadores. Berdasarkan laporan OneFootball, formasi yang diprediksi mencakup pemain-pemain berikut:
- Kauê Camargo
- Raniele
- Gustavo Henrique
- Gabriel Paulista
- Matheus Bidu
- Allan
- André
- Breno Bidon
- Rodrigo Garro
- Vitinho
- Yuri Alberto
Peñarol, yang datang dari Uruguay, diperkirakan menurunkan susunan: Washington Aguerre, Kevin Rodríguez, Franco Escobar, Mauricio Lemos, Diego Laxalt, Eric Remedi, Nicolás Fernández, Leandro Umpiérrez, Abel Hernández, Matías Arezo, dan Gastón Togni.
Corinthians baru saja mengamankan kemenangan 1-0 atas Vasco da Gama di Brasileirão, sementara Peñarol mengalami kekalahan tipis 1-0 melawan Montevideo Wanderers. Pertemuan sebelumnya antara kedua tim berakhir dengan kemenangan 4-0 untuk Peñarol, menambah tekanan bagi tim tuan rumah.
Breno Bidon: Bintang Muda yang Disorot Kaká
Di sela-sela sorotan negatif terhadap Depay, Breno Bidon menjadi sorotan positif. Pada 28 April 2026, Kaká membagikan foto Bidon di media sosial dengan caption “craque”, memuji penampilannya dalam kemenangan melawan Vasco. Statistik pertandingan menunjukkan Bidon bermain 89 menit, memberikan satu umpan krusial, dua tekel, satu clearance, serta memenangkan tujuh duel di tanah, meski juga difoul tiga kali.
Menurut CIES Football Observatory, nilai pasar Bidon diperkirakan 19,3 juta euro (sekitar R$113,1 juta), menjadikannya pemain U‑23 paling berharga di luar liga utama Eropa pada posisinya. Klub-klub besar seperti Benfica, Sporting, Manchester United, Arsenal, Napoli, PSV, Barcelona, dan Bayern Munich telah menunjukkan minat. Bidon juga telah memperoleh kewarganegaraan Italia, memperluas peluangnya di Eropa.
Kontraknya dengan Corinthians berlaku hingga akhir 2029 dengan klausul rilis 100 juta euro untuk transfer internasional dan R$370 juta untuk pemindahan domestik. Klub memperkirakan penjualan sekitar R$151 juta pada musim 2026, menandakan harapan besar terhadap kontribusi Bidon dalam kompetisi domestik dan internasional.
Dengan performa konsisten, Bidon diprediksi akan menjadi salah satu kunci dalam laga melawan Peñarol, memberikan keseimbangan antara lini tengah kreatif dan pertahanan yang solid.
Secara keseluruhan, situasi keuangan Corinthians menuntut keputusan strategis yang cermat, terutama terkait pemeliharaan gaji tinggi pemain asing seperti Depay. Sementara itu, munculnya bintang muda seperti Breno Bidon menawarkan secercah harapan baru bagi suporter yang menginginkan kebangkitan klub di panggung internasional.
Jika rencana tiga langkah berhasil dan Bidon terus tampil impresif, Corinthians berpotensi mengatasi krisis keuangan sekaligus meraih prestasi di Copa Libertadores. Namun, kegagalan dalam mengatur beban utang dapat memperparah tekanan pada manajemen dan memicu keputusan drastis terkait roster pemain senior.
Dengan semua faktor tersebut, laga melawan Peñarol tidak hanya menjadi ujian taktik di lapangan, melainkan juga indikator kemampuan klub dalam menyeimbangkan ambisi kompetitif dan kestabilan finansial.
