Keuangan.id – 13 April 2026 | Ciputra Life menegaskan bahwa tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pergerakan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan investasi perusahaan asuransi jiwa dalam beberapa bulan terakhir.
IHSG yang berada dalam zona volatilitas tinggi memaksa manajer investasi untuk meninjau kembali eksposur pada ekuitas. Sementara itu, fluktuasi imbal hasil SBN, khususnya obligasi pemerintah dengan tenor menengah, menambah kompleksitas dalam penentuan alokasi aset.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Ciputra Life mengadopsi pendekatan investasi yang lebih selektif. Berikut adalah langkah‑langkah utama yang diambil:
- Mengurangi porsi investasi pada saham yang berisiko tinggi dan beralih ke saham dengan fundamental kuat serta likuiditas tinggi.
- Menambah porsi obligasi korporasi berkualitas tinggi yang menawarkan spread lebih menguntungkan dibandingkan SBN.
- Menjaga proporsi investasi pada SBN jangka pendek untuk menjaga likuiditas dan mengurangi sensitivitas terhadap perubahan suku bunga.
- Menerapkan analisis risiko kuantitatif secara berkala untuk menilai dampak perubahan IHSG dan suku bunga terhadap portofolio.
- Mengoptimalkan diversifikasi geografis dengan menambah eksposur pada pasar obligasi internasional yang stabil.
Strategi ini diharapkan dapat melindungi nilai aset yang menjadi dasar bagi pembayaran klaim serta manfaat bagi pemegang polis, sekaligus menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Selain itu, Ciputra Life menegaskan komitmen untuk tetap transparan kepada pemegang polis mengenai kebijakan investasi yang dijalankan, serta terus memantau dinamika pasar demi menyesuaikan alokasi aset secara responsif.
