Keuangan.id – 01 April 2026 | Bank CIMB Niaga berhasil meningkatkan laba bersihnya sebesar 45% secara tahunan pada bulan Februari 2026, meski pendapatan bunga mengalami koreksi. Peningkatan ini menandai kinerja positif bank dalam menghadapi tekanan margin bunga yang melanda industri perbankan.
Strategi utama yang diimplementasikan mencakup penekanan biaya dana serta optimalisasi biaya operasional. Bank meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi layanan, restrukturisasi portofolio pinjaman, serta pengendalian beban operasional.
Berikut ringkasan kunci kinerja keuangan CIMB Niaga pada Februari 2026:
| Komponen | Februari 2025 | Februari 2026 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | IDR 1,10 triliun | IDR 1,60 triliun | +45% |
| Pendapatan Bunga | IDR 4,20 triliun | IDR 4,10 triliun | -2,4% |
| Biaya Dana | IDR 1,30 triliun | IDR 1,15 triliun | -11,5% |
| Biaya Operasional | IDR 1,05 triliun | IDR 0,95 triliun | -9,5% |
Penurunan biaya dana terutama disebabkan oleh pergeseran sumber pendanaan ke deposito berjangka dengan bunga lebih rendah serta peningkatan dana pihak ketiga yang lebih stabil. Sementara itu, pengurangan biaya operasional berasal dari otomatisasi proses back‑office, pengurangan kebutuhan tenaga kerja di cabang, dan penggunaan platform digital untuk layanan nasabah.
Bank juga memperkuat kualitas aset dengan meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 1,2% pada akhir Februari, turun dari 1,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Diversifikasi produk, termasuk layanan wealth management dan pembiayaan digital, membantu menambah pendapatan non‑bunga yang kini menyumbang sekitar 25% dari total pendapatan.
Analisis para pakar menunjukkan bahwa keberhasilan CIMB Niaga dalam menahan tekanan margin bunga sekaligus meningkatkan profitabilitas menunjukkan ketahanan model bisnis yang mengedepankan efisiensi biaya dan inovasi digital. Jika tren ini berlanjut, bank diperkirakan dapat mempertahankan pertumbuhan laba di kisaran 30‑40% per tahun pada kuartal berikutnya.
