Chelsea Women Tumbangkan Arsenal di Leg Kedua, Namun Kegagalan Klinis Renggut Tiket Liga Champions

Chelsea Women Tumbangkan Arsenal di Leg Kedua, Namun Kegagalan Klinis Renggut Tiket Liga Champions
Chelsea Women Tumbangkan Arsenal di Leg Kedua, Namun Kegagalan Klinis Renggut Tiket Liga Champions

Keuangan.id – 02 April 2026 | Stamford Bridge menjadi saksi dramatis pada tanggal 2 April 2026 ketika Chelsea FC Women berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Arsenal Women di leg kedua perempat final Liga Champions Wanita. Gol tunggal yang dicetak pada menit ke‑94 oleh Sjoeke Nusken memastikan Chelsea menutup laga dengan kemenangan, namun agregat 3‑2 tetap memberi hak melaju kepada Arsenal.

Rangkaian Leg Pertama dan Kedua

Leg pertama yang digelar di Emirates Stadium berakhir dengan keunggulan Arsenal 2‑0, memberikan mereka keunggulan yang cukup besar. Chelsea, yang dipimpin oleh pelatih asal Perancis Sonia Bompastor, masuk ke leg kedua dengan misi menutup selisih dua gol. Setelah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang berulang, tim asuhan Bompastor akhirnya memanfaatkan peluang terakhir lewat gol Sjoeke Nusken, namun selisih agregat tetap menempatkan Arsenal di posisi melaju.

Lucy Bronze: “Kami Lebih Baik, Tapi Kurang Klinis”

Bek veteran timnas Inggris, Lucy Bronze, mengungkapkan pandangannya setelah pertandingan kepada BBC. “Kami adalah tim yang lebih baik, tetapi tidak cukup klinis. Itu perbedaannya,” ujarnya. Bronze menambahkan bahwa Arsenal menampilkan penyelesaian akhir yang lebih tajam pada leg pertama, sehingga Chelsea terpaksa berjuang keras di leg kedua. “Banyak peluang yang terlewat, bola menabrak mistar, dan kiper mereka melakukan penyelamatan luar biasa,” tambahnya.

Insiden Kontroversial Bompastor dan VAR

Menjelang akhir pertandingan, ketegangan memuncak ketika Sonia Bompastor dikeluarkan dari lapangan. Insiden melibatkan pemain Arsenal Katie McCabe dan penyerang Amerika Alyssa Thompson menjadi sorotan. Bompastor memperlihatkan ponselnya kepada wartawan, menampilkan rekaman yang menurutnya menunjukkan McCabe menarik rambut Thompson, sebuah pelanggaran yang menurutnya layak mendapat kartu merah. Namun VAR tidak mengambil tindakan apa pun, menimbulkan protes keras dari sang pelatih.

Dampak pada Kompetisi Domestik

Meski mengalami kekecewaan di panggung Eropa, semangat Chelsea tetap tinggi menjelang kompetisi domestik. Tim sudah mengamankan trofi Piala Liga Wanita musim ini, namun perburuan gelar Liga Super Wanita (WSL) menjadi semakin sulit. Dengan tiga pertandingan tersisa, Chelsea berada sembilan poin di belakang pemuncak klasemen Manchester City, menandai tantangan besar untuk mempertahankan dominasi selama enam musim terakhir.

Fokus ke Piala FA

Setelah kegagalan di Liga Champions, Chelsea segera mengalihkan perhatian ke Piala FA. Pada hari Senin mendatang, mereka dijadwalkan bertemu Tottenham Hotspur Women di perempat final. Bronze menekankan pentingnya menjaga energi dan fokus yang ditunjukkan pada leg kedua melawan Arsenal untuk meraih trofi kedua musim ini.

Kesimpulannya, meskipun Chelsea Women berhasil mencetak kemenangan di leg kedua dan menampilkan permainan yang lebih superior menurut pemainnya, kekurangan klinis di depan gawang serta keunggulan agregat Arsenal menjadikan mereka keluar dari Liga Champions Wanita. Insiden VAR yang kontroversial menambah warna pada pertandingan tersebut, sementara tantangan domestik tetap menanti. Chelsea harus segera bangkit, memperbaiki penyelesaian akhir, dan memanfaatkan momentum positif untuk mengejar gelar di kompetisi lokal.

Exit mobile version