Keuangan.id – 30 April 2026 | Jawa Barat, 29 April 2026 – Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmen memperluas jangkauan bantuan sosial (bansos) pada tahun ini. Program utama yang menjadi fokus adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kebijakan ini diungkapkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, dalam Rapat Tingkat Menteri Satgas Percepatan Program Pemerintah pada 28 April 2026. Perluasan ini tidak berupa penebalan nominal, melainkan penambahan kelompok penerima yang berada pada desil paling rentan, yaitu desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Perluasan PKH & BPNT untuk Desil 1‑4
Gus Ipul menegaskan bahwa bansos merupakan komponen penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan bahwa data DTSEN telah diputihkan kembali bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil pemutakhiran DTSEN Volume 2 akan menjadi acuan utama penetapan penerima PKH dan BPNT pada triwulan II 2026, meliputi bulan April, Mei, dan Juni.
Pembagian Desil Bansos
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dimana desil 1 menandakan kelompok sangat miskin (10% terendah), dan desil 10 menandakan kelompok sangat kaya. Untuk tahun 2026, prioritas bantuan difokuskan pada desil 1‑4, yaitu:
- Desil 1: Sangat miskin
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
Kelompok desil 5‑10 tidak termasuk dalam penyaluran reguler PKH dan BPNT, kecuali terdapat kebijakan khusus.
Cara Cek Desil Bansos (cek desil bansos)
Warga dapat memverifikasi status desil serta penerima bantuan melalui dua kanal resmi tanpa biaya:
- Website resmi Kemensos: Buka
https://cekbansos.kemensos.go.id, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sesuai dengan KTP, isi kode captcha, lalu klik “Cari Data”. Sistem akan menampilkan desil, jenis bansos, status pencairan, dan periode bantuan. - Aplikasi “Cek Bansos”: Unduh aplikasi dari Google Play Store, buat akun dengan NIK dan data pribadi, kemudian pilih menu “Cek Penerima”. Setelah memasukkan data, aplikasi menampilkan informasi serupa dengan website.
Kedua metode mengacu pada data DTSEN yang terus diperbarui secara dinamis untuk memastikan akurasi.
Jadwal dan Besaran Bantuan Triwulan II 2026
Berikut rincian bantuan yang akan disalurkan pada periode April‑Juni 2026:
| Program | Komponen | Besaran per Triwulan (Rp) |
|---|---|---|
| PKH | Ibu hamil/nifas | 750.000 |
| Anak usia dini (0‑6 th) | 750.000 | |
| Anak SD/Sederajat | 225.000 | |
| Anak SMP/Sederajat | 375.000 | |
| Anak SMA/Sederajat | 500.000 | |
| Lansia & Disabilitas berat | 600.000 | |
| BPNT | Saldo elektronik | 600.000 (akumulasi 3 bulan) |
Jumlah yang diterima tiap keluarga tergantung pada jumlah komponen yang terdaftar dalam DTSEN. Penyaluran dilakukan secara non‑tunai melalui bank-bank Himpunan Bank Indonesia (Himbara) – BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN – serta melalui PT Pos Indonesia untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan perbankan.
Penyaluran Melalui Bank Himbara dan Pos
Bank Himbara menyalurkan dana langsung ke rekening penerima, yang dapat ditarik di ATM atau teller dengan menunjukkan KTP/KKKS. Untuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas berat, lansia non‑potensial, atau wilayah terpencil, penyaluran melalui Pos Indonesia dilakukan dengan mengirim surat undangan pencairan atau bahkan layanan pengantaran ke rumah.
Kesimpulan
Perluasan PKH dan BPNT pada 2026 menandai langkah strategis pemerintah untuk memperluas cakupan bantuan kepada masyarakat paling rentan, yakni desil 1‑4. Dengan data DTSEN yang diperbarui lebih cepat, proses cek desil bansos menjadi lebih mudah melalui website atau aplikasi resmi. Masyarakat yang memenuhi kriteria dapat segera memeriksa status mereka, menyiapkan dokumen, dan menantikan pencairan yang dijadwalkan pada triwulan II. Keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada koordinasi antar lembaga, akurasi data, serta kecepatan penyaluran melalui bank dan pos, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan daya beli rumah tangga miskin secara signifikan.
