Keuangan.id – 08 April 2026 | Puasa sunnah Syawal dan puasa Senin‑Kamis menjadi dua amalan populer umat Islam setelah Ramadan. Banyak yang ingin melaksanakannya secara bersamaan demi efisiensi waktu dan penambahan pahala. Berikut rangkuman lengkap tentang keutamaan, hukum, bacaan niat, serta jadwal pelaksanaan puasa Syawal tahun 2026.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa enam hari di bulan Syawal dianjurkan karena diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah‑olah ia berpuasa setahun penuh” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan niat yang tulus, pahala tersebut setara dengan puasa sepanjang tahun.
Hukum Penggabungan Niat Puasa Syawal dengan Senin‑Kamis
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Baznas menegaskan bahwa menggabungkan dua niat puasa sunnah dalam satu waktu tidak membatalkan keabsahan keduanya, asalkan syarat sah puasa dipenuhi (niat, sahur, menahan diri dari makruh). Mazhab Syafi’i dan Hanafi sepakat bahwa niat dapat mencakup kedua tujuan sekaligus. Pendapat mayoritas ulama menyarankan menjadikan niat puasa Syawal sebagai niat utama, sementara puasa Senin‑Kamis menjadi tambahan, untuk menghindari keraguan.
Bacaan Niat dalam Bahasa Arab dan Latin
Berikut contoh teks niat yang dapat dibaca pada malam sebelum puasa atau di siang hari sebelum terbit fajar:
- Puasa Syawal (hari pertama): Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِنَةِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari Syawal karena Allah Ta’ala.” - Puasa Syawal (hari ini): Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.” - Puasa Senin: Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.” - Puasa Kamis: Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Jika ingin menggabungkan, niat dapat dirumuskan: “Saya niat puasa sunnah enam hari Syawal serta puasa sunnah Senin‑Kamis karena Allah Ta’ala”.
Jadwal dan Batas Akhir Puasa Syawal 2026
Kalender Hijriah 1447 H menempatkan 1 Syawal pada Sabtu, 21 Maret 2026. Bulan Syawal berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Dengan demikian, enam hari puasa Syawal dapat dilaksanakan kapan saja antara 22 Maret hingga 18 April, baik berurutan maupun terpisah. Contoh tanggal penting:
| Tanggal (Masehi) | Hari | Keterangan |
|---|---|---|
| 22 Mar 2026 | Ahad | Hari pertama puasa Syawal (opsional) |
| 23 Mar 2026 | Senin | Hari Senin‑Kamis dapat digabung |
| 26 Mar 2026 | Kamis | Hari Kamis sekaligus puasa Syawal |
| 18 Apr 2026 | Sabtu | Batas akhir pelaksanaan puasa Syawal |
Tips Praktis Menggabungkan Niat
- Pastikan niat sudah jelas di hati sebelum sahur; bacaan dapat diulang di malam hari atau saat sahur.
- Jaga sahur yang cukup agar tidak terpaksa membatalkan puasa karena kehausan atau kelaparan.
- Jika hari Senin atau Kamis bertepatan dengan hari puasa Syawal, cukup ucapkan satu niat gabungan untuk menghindari kebingungan.
- Prioritaskan melunasi puasa qadha Ramadan terlebih dahulu, karena kewajiban lebih utama dibanding puasa sunnah.
- Catat hari-hari yang dipilih dalam kalender pribadi untuk memastikan enam hari Syawal tercapai sebelum 18 April.
Dengan memahami tata cara niat, hukum yang mendasari, serta jadwal pelaksanaan, umat Islam dapat memaksimalkan pahala puasa sunnah tanpa menambah beban hari. Penggabungan niat puasa Syawal dengan Senin‑Kamis menjadi solusi praktis bagi mereka yang memiliki kesibukan, asalkan syarat sah puasa tetap dipenuhi.
