Keuangan.id – 28 April 2026 | Buriram United kembali menunjukkan kelasnya di kancah sepak bola Asia dengan dominasi tak terbantahkan di Liga Thailand serta ambisi besar menambah trofi di Asean Club Championship Shopee Cup. Kesuksesan berkelanjutan klub asal Buriram ini mengukir catatan sejarah baru, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola regional.
Dominasi Buriram United di Liga Thailand
Sejak 2021, Buriram United berhasil mengamankan lima gelar beruntun di Liga Thailand, menempatkan mereka sejajar dengan klub legendaris Johor Darul Ta’zim (JDT) di Malaysia yang telah menjuarai liga domestik selama sebelas musim berturut‑turut. Pada musim 2025/26, sang The Thunder Castle memimpin klasemen dengan selisih 15 poin dari rival terdekat, menandakan jarak yang masih cukup lebar meski kompetisi semakin ketat.
Statistik menunjukkan Buriram telah memenangkan 22 laga, meraih 7 seri, dan hanya terkalahkan satu kali dalam 30 pertemuan terakhir. Poin yang terkumpul mencapai 73, menjadikan mereka kandidat utama untuk menambah koleksi trofi domestik pada akhir pekan ke‑34.
Misi Buriram di Asean Club Championship Shopee Cup
Target berikutnya adalah mengukir prestasi di level kontinental. Pada babak semifinal pertama Shopee Cup, Buriram United akan berhadapan dengan juara Malaysia, JDT, di Sultan Ibrahim Stadium, Johor pada 6 Mei. Rekor pertemuan empat kali sebelumnya di kompetisi AFC menunjukkan keunggulan Buriram, dengan dua kemenangan dan dua seri.
Suphanat Mueanta, penyerang bintang berusia 23 tahun, menjadi faktor kunci. Ia mencetak gol penentu kemenangan 1‑0 melawan JDT pada perempat final musim lalu dan kembali menambah satu gol penting pada fase grup Shopee Cup 2025/26. Suphanat menegaskan kesiapan timnya menghadapi tekanan, menyatakan, “Kami sudah terbiasa menang, jadi kami tahu cara mengendalikan situasi pada laga penting seperti ini.”
Perbandingan dengan Kekuatan Regional Lain
Keberhasilan Buriram tidak lepas dari contoh klub-klub Asia Tenggara lainnya. JDT telah memimpin Liga Malaysia selama sebelas musim, sementara Persib Bandung di Indonesia berjuang keras menutup musim Super League 2025/26 dengan selisih poin tipis. Buriram, berbeda, berhasil menjaga jarak poin yang signifikan sekaligus menambah pengalaman di kompetisi internasional.
Strategi manajer Xisco Muñoz menekankan konsistensi taktik ofensif serta rotasi pemain yang cermat, memungkinkan tim mengatasi kelelahan jadwal padat. Pendekatan ini terbukti efektif, mengingat Buriram mampu menahan tekanan JDT meski bermain di luar negeri.
Dampak pada Sepak Bola Thailand dan Infrastruktur
Keberhasilan klub tidak hanya berpengaruh pada trofi, tetapi juga pada pengembangan bakat lokal. Dengan prestasi berkelanjutan, Buriram United menarik minat pemuda untuk bergabung dalam akademi mereka, memperkuat basis pemain nasional. Di sisi lain, investasi infrastruktur digital seperti DayOne Tech & AI Career Expo di Thailand membuka peluang kerja baru bagi profesional teknologi, memperkuat ekosistem olahraga modern yang semakin bergantung pada data dan analisis.
Kerjasama antara klub, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan meningkatkan kualitas fasilitas latihan serta memperkenalkan teknologi canggih dalam pelatihan pemain, menyiapkan generasi baru yang siap bersaing di panggung Asia.
Prospek dan Harapan ke Depan
Dengan lima laga tersisa di liga domestik dan satu leg semifinal Shopee Cup, agenda Buriram United menjanjikan aksi mendebarkan. Jika tim berhasil mengamankan semua tiga poin di lima laga terakhir, mereka tidak hanya menegaskan dominasi di Thailand, tetapi juga menambah momentum mental untuk menaklukkan JDT.
Para pendukung dan pengamat sepak bola menantikan apakah Buriram United dapat menulis babak baru dalam sejarah Asia, menggabungkan kejayaan domestik dengan gelar internasional. Satu hal pasti: tekad, kualitas pemain, dan dukungan infrastruktur akan menjadi kunci utama dalam perjalanan mereka menuju puncak.
