Keuangan.id – 14 April 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) secara resmi meluncurkan fasilitas baru yang dinamakan Loan Factory pada Senin, 13 April 2026 di kawasan Bekasi. Upacara peresmian dihadiri oleh Direktur Utama Nixon LP Napitupulu bersama Wakil Komisaris Utama Fahri Hamzah, Direktur Operasi I Nyoman Sugiri Yasa, serta Direktur Risk Management Setiyo Wibowo.
Loan Factory dibentuk sebagai bagian dari program transformasi proses bisnis kredit BTN yang mengadopsi model terintegrasi berbasis proses. Tujuan utama inisiatif ini adalah mempercepat layanan kredit, meningkatkan kapasitas penyaluran, serta menjaga konsistensi kualitas portofolio di seluruh wilayah Indonesia.
Berikut beberapa poin kunci dari Loan Factory:
- Digitalisasi alur permohonan kredit mulai dari pengajuan hingga pencairan.
- Peningkatan kecepatan keputusan kredit dengan dukungan analitik risiko berbasis data.
- Skalabilitas penyaluran kredit yang dapat menyesuaikan dengan permintaan pasar.
- Standar kualitas portofolio yang lebih ketat untuk meminimalkan risiko non‑performing loan.
Implementasi Loan Factory diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi nasabah, khususnya di sektor perumahan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan proses yang lebih singkat, nasabah dapat memperoleh dana lebih cepat, sementara BTN dapat mengoptimalkan manajemen risiko secara real‑time.
Berikut rangkuman target utama yang ditetapkan BTN dalam fase awal peluncuran:
| Target | Target Tahun 2026 |
|---|---|
| Peningkatan volume penyaluran kredit | +15% dibandingkan tahun sebelumnya |
| Waktu rata‑rata persetujuan kredit | Kurang dari 3 hari kerja |
| Rasio kredit bermasalah (NPL) | Di bawah 2,5% |
Dengan langkah ini, BTN menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyediaan layanan kredit yang lebih efisien dan terkontrol. Transformasi proses kredit ini juga sejalan dengan agenda digitalisasi perbankan yang semakin dipercepat oleh regulasi Otoritas Jasa Keuangan.
