Keuangan.id – 24 April 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN tahun 2026 mengumumkan keputusan penting: laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun akan dialokasikan kembali sebagai modal ekspansi.
Strategi penguatan permodalan
Dengan menambah modal, BTN menargetkan peningkatan kemampuan penyaluran kredit, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembiayaan infrastruktur.
Proyeksi pertumbuhan kredit
- Peningkatan kredit hingga 15% pada akhir 2027.
- Target pembiayaan UMKM naik menjadi 25% dari total portofolio.
- Rasio NPL (Non‑Performing Loan) diharapkan turun dari 3,2% menjadi 2,5%.
Rencana penggunaan dana
| Penggunaan | Estimasi (Rp Triliun) |
|---|---|
| Ekspansi jaringan cabang | 1,2 |
| Pengembangan layanan digital | 0,8 |
| Peningkatan modal kerja | 1,5 |
Langkah ini dipandang sebagai upaya BTN untuk meningkatkan daya saing di pasar perbankan Indonesia, sekaligus memperkuat posisi keuangan menghadapi tantangan ekonomi global.
