Keuangan.id – 02 April 2026 | PT Bank Tabungan Negara (BTN) bersama anak usahanya PT Bank Syariah Nasional (BSN) semakin memperkuat posisi dominannya di segmen pembiayaan perumahan bersubsidi. Hingga akhir Maret 2026, kedua entitas tersebut menguasai sekitar 72 persen pangsa pasar KPR subsidi dengan total penyaluran sebanyak 28.811 unit rumah.
Jumlah tersebut melampaui kompetitor lain secara signifikan. Berikut perbandingan pangsa pasar dan volume penyaluran per bank pada periode yang sama:
| Bank | Pangsa Pasar (%) | Unit Rumah |
|---|---|---|
| BTN & BSN | 72,00 | 28.811 |
| Bank Negara Indonesia (BNI) | 8,28 | 3.311 |
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) | 6,95 | 2.780 |
| Bank Mandiri | 5,36 | 2.143 |
| Bank Syariah Indonesia (BSI) | 2,02 | 808 |
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menekankan bahwa keunggulan dalam penyaluran KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) menegaskan peran BTN sebagai garda terdepan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia menambahkan, peningkatan pangsa pasar mencerminkan kepercayaan publik yang terus tumbuh.
Hingga 27 Maret 2026, nilai penyaluran KPR subsidi BTN mencapai Rp3,65 triliun untuk 21.954 unit rumah. Sepanjang tahun 2025, BTN menyalurkan 132.803 unit rumah dengan total nilai Rp22,01 triliun. Sejak didirikan pada 1976, BTN telah membiayai lebih dari 4,08 juta unit rumah dengan nilai kumulatif Rp262,32 triliun.
Hirwandi menegaskan komitmen BTN untuk memperluas akses pembiayaan perumahan serta memperkuat peran intermediasi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang akan terus ditingkatkan agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran.
