BTN Catat Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

BTN Catat Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen
BTN Catat Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Keuangan.id – 10 April 2026 | Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon Napitupulu, mengungkapkan bahwa rasio kredit bermasalah (non‑performing loan/NPL) pada segmen konstruksi telah turun signifikan menjadi di bawah 10 %. Angka ini menurun drastis dari sekitar 26 % yang tercatat pada periode sebelumnya, dan bank menargetkan penurunan lebih lanjut hingga mencapai 3 %.

Penurunan tersebut didorong oleh kebijakan penyaluran kredit baru yang kini lebih selektif. BTN menekankan bahwa setiap permohonan kredit konstruksi harus melewati evaluasi ketat untuk memastikan kualitas aset yang tinggi.

Untuk kredit lama yang masih bermasalah, BTN menerapkan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Restrukturisasi ulang kredit dengan menyesuaikan tenor dan suku bunga.
  • Penjualan atau lelang aset yang terkait dengan proyek yang tidak dapat diselamatkan.
  • Pencarian investor baru untuk proyek yang masih memiliki potensi.
  • Penghapusan buku (write‑off) bagi kredit yang dinyatakan tidak dapat dipulihkan.

Beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan kredit legacy mencakup masalah legalitas lahan, sertifikasi, serta gangguan eksternal seperti banjir yang mempengaruhi kelangsungan proyek.

Data internal menunjukkan bahwa pada September 2025 rasio NPL kredit konstruksi BTN tercatat 15,6 %, turun dari 18,2 % pada September 2024. Trend penurunan ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan penerapan kebijakan kredit yang lebih ketat dan upaya restrukturisasi yang efektif.

Dengan fokus pada kualitas penyaluran dan penanganan kredit bermasalah secara terstruktur, BTN optimis dapat menurunkan rasio NPL konstruksi ke level single digit dan akhirnya mencapai target 3 % dalam beberapa tahun ke depan.

Exit mobile version