Keuangan.id – 01 April 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan untuk menggaet 10 juta pengguna layanan digital BYOND by BSI pada akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang lebih luas, di mana BSI ingin memperkuat posisi di pasar perbankan syariah sekaligus bersaing dengan pemain fintech nasional.
Hingga kuartal terakhir 2023, nilai transaksi BYOND BSI telah mencapai sekitar Rp 820 triliun, jauh melampaui proyeksi internal. Pencapaian ini menunjukkan adopsi yang cepat di kalangan nasabah ritel dan korporasi, serta menegaskan potensi layanan digital dalam meningkatkan volume bisnis bank.
Strategi BSI untuk mencapai 10 juta pengguna meliputi beberapa inisiatif kunci:
- Peningkatan ekosistem digital: Integrasi BYOND dengan platform e‑commerce, layanan pembayaran tagihan, dan aplikasi keuangan lainnya.
- Kolaborasi fintech: Kemitraan dengan startup teknologi untuk memperkenalkan fitur AI‑driven budgeting, analisis pengeluaran, dan rekomendasi investasi syariah.
- Penguatan jaringan agen digital: Memperluas cakupan layanan melalui agen‑agen BSM (Bank Syariah Mandiri) dan mitra ritel di daerah‑daerah terpencil.
- Program edukasi nasabah: Kampanye literasi keuangan digital yang menargetkan generasi milenial dan Gen Z melalui media sosial dan webinar.
Berikut perkiraan pencapaian tahunan BSI hingga 2026:
| Tahun | Target Pengguna (juta) | Nilai Transaksi (triliun Rp) |
|---|---|---|
| 2023 | 3,2 | 820 |
| 2024 | 5,5 | 1.200 |
| 2025 | 8,0 | 1.700 |
| 2026 | 10,0 | 2.300 |
Dengan target ambisius tersebut, BSI berharap dapat memperluas basis nasabah digital, meningkatkan inklusi keuangan, dan menyiapkan fondasi bagi layanan perbankan berbasis data di masa depan. Keberhasilan strategi ini akan berpengaruh pada lanskap perbankan Indonesia, mempercepat pergeseran dari layanan konvensional ke ekosistem digital yang terintegrasi.
