BRI Nilai Tambahan Likuiditas Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

BRI Nilai Tambahan Likuiditas Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas
BRI Nilai Tambahan Likuiditas Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Keuangan.id – 03 April 2026 | Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menilai penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke dalam sistem perbankan dapat memperkuat likuiditasnya dan mempercepat penyaluran kredit, terutama ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menjaga kualitas kredit.

  • Penambahan likuiditas pemerintah memperkuat kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM.
  • BRI tetap berkomitmen pada kredit berkualitas dengan manajemen risiko yang prudent dan berkelanjutan.
  • Pemerintah menyiapkan Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas perbankan dan menahan kenaikan yield obligasi.

Penempatan dana dan harapan BRI

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa dana tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan intermediasi keuangan, khususnya pembiayaan sektor riil. Ia menegaskan bahwa fungsi intermediasi tetap menjadi prioritas utama BRI dan likuiditas tambahan akan mendukung program prioritas pemerintah.

Manajemen risiko dan fokus kredit

BRI menjamin bahwa pengelolaan portofolio tetap dilakukan dengan hati-hati melalui kebijakan manajemen risiko yang kuat. Dengan demikian, peluang di pasar keuangan dapat tetap optimal tanpa mengorbankan fokus pada pembiayaan produktif. Dhanny menambahkan bahwa kebijakan likuiditas pemerintah memberi ruang lebih baik untuk mempertahankan pertumbuhan kredit yang berkualitas.

Langkah pemerintah dalam menambah likuiditas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penambahan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke dalam himpunan bank milik negara (Himbara) dan Bank Jakarta. Penambahan ini dimaksudkan untuk mengatasi “kekeringan” likuiditas yang dipicu oleh kenaikan yield obligasi pemerintah. Dana tersebut dapat ditarik kembali bila diperlukan, sehingga fleksibel dalam menanggapi kondisi pasar.

Purbaya menjelaskan bahwa penempatan dana di bank dapat menekan kenaikan yield obligasi melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh bank, sehingga likuiditas sistem keuangan kembali memadai dan pertumbuhan uang dasar (M0) dapat meningkat.

Dengan likuiditas yang lebih kuat, BRI tetap optimistis dalam mencapai target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan, terutama melalui pembiayaan UMKM dan program prioritas pemerintah. Fokus utama tetap pada penyaluran kredit yang prudent dan berkelanjutan, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Exit mobile version