Bojan Hodak Siap Tuliskan Sejarah: Persib Tinggal Dua Poin Lewat Rekor Legenda!

Bojan Hodak Siap Tuliskan Sejarah: Persib Tinggal Dua Poin Lewat Rekor Legenda!
Bojan Hodak Siap Tuliskan Sejarah: Persib Tinggal Dua Poin Lewat Rekor Legenda!

Keuangan.id – 27 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan utama Liga Indonesia Super League 2025/26 setelah Persib Bandung berada tepat dua poin di belakang rekor lama yang dibangun oleh legenda Indra M Tohir. Dengan poin yang kini disamai Borneo FC, tim Maung Bandung berada di puncak klasemen dan menatap peluang emas untuk mengukir sejarah baru.

Rotasi Kiper: Strategi Mengisi Kuota U‑23

Pada laga melawan Arema FC tanggal 24 April 2026, Bojan Hodak menurunkan kiper muda berusia 19 tahun, Fitrah Maulana, menggantikan Teja Paku Alam yang biasanya menjadi starter. Keputusan ini diambil untuk mengisi kuota pemain U‑23 yang biasanya diisi oleh Kakang Rudianto, yang sedang mengalami cedera ringan. Fitrah berhasil menjaga clean sheet, meski lini depan Persib masih mandul dan pertandingan berakhir 0‑0.

Rotasi ini menandai penggunaan total tiga kiper dalam satu musim: Teja Paku Alam, Adam Przybek, dan Fitrah Maulana. Bojan menjelaskan, “Kami harus memanfaatkan pemain muda yang memenuhi syarat usia, sekaligus menjaga performa tim secara keseluruhan.”

Made Wirawan: Kandidat Rekor Pemain Tertua

Sementara Fitrah menjadi pilihan utama di bawah mistar, di bangku cadangan terdapat sosok veteran, Made Wirawan. Made, yang terdaftar sebagai asisten pelatih kiper, berusia 44 tahun 4 bulan 22 hari, sudah melampaui usia rekor pemain tertua yang sebelumnya dipegang Beto Goncalves saat membela PSBS Biak.

Jika Persib berhasil menciptakan keunggulan poin yang signifikan, Bojan dapat memberikan menit bermain kepada Made pada laga sisa, memungkinkan ia memecahkan rekor pemain tertua dalam sejarah Liga Indonesia. Namun, mengingat persaingan ketat dengan Borneo FC, kesempatan tersebut masih terasa tipis.

Poin Sama, Tekanan Berkurang

Hingga pekan ke‑29, Persib dan Borneo FC masing‑masing mengumpulkan 66 poin dari 29 pertandingan. Bojan menegaskan bahwa timnya tidak panik meski dua laga terakhir berujung imbang melawan Dewa United dan Arema FC. “Poin kami sama dengan Borneo, tapi masih ada lima pertandingan lagi,” ujar ia dalam sesi latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Ia menambahkan, “Kami sedikit mempersulit diri sendiri, namun kondisi mental pemain tetap terjaga. Fokus utama adalah mengamankan setiap laga tersisa dan tidak lagi terpeleset.”

Strategi Menjelang Akhir Musim

Menjelang lima pertandingan terakhir, Bojan menekankan pentingnya konsistensi. “Semua pemain tahu bahwa mereka harus fokus menghadapi pertandingan berikutnya dan mencoba untuk menang di tiap laga,” tuturnya.

Dengan jadwal yang masih menantang bagi Persib maupun Borneo, peluang kehilangan poin tetap ada. Bojan berharap timnya dapat memanfaatkan rotasi yang fleksibel, baik di lini depan maupun lini belakang, untuk tetap berada di puncak klasemen.

Jika Persib berhasil menambah dua poin lagi, mereka tidak hanya mengamankan gelar, tetapi juga mengukir sejarah dengan melampaui rekor Indra M Tohir. Di sisi lain, penampilan Made Wirawan dapat menjadi catatan tambahan yang menambah keunikan musim ini.

Secara keseluruhan, Bojan Hodak menatap masa depan dengan optimisme, mengandalkan kombinasi antara pengalaman veteran dan energi pemain muda. Dengan strategi yang tepat, Persib Bandung berada pada posisi yang sangat menguntungkan untuk menulis bab baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Exit mobile version