Keuangan.id – 29 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) kembali mengeluarkan obligasi Tier 1 tambahan (AT1) senilai Rp11,9 triliun. Penawaran ini menerima antusiasme tinggi dari investor internasional, dengan total permintaan mencapai 3,6 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan.
Latar Belakang Penerbitan AT1
Instrumen AT1 dirancang untuk memperkuat modal inti bank sesuai regulasi Basel III. BNI sebelumnya pernah menerbitkan AT1 senilai US$600 juta pada tahun 2021, yang berhasil meningkatkan profil likuiditasnya di pasar modal global.
Detail Penawaran dan Permintaan
Berikut rangkuman utama penawaran terbaru:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Ukuran Emisi | Rp11,9 triliun |
| Permintaan Investor | 3,6 kali lipat |
| Penerbitan Sebelumnya | US$600 juta (2021) |
Reaksi Pasar dan Implikasi
Permintaan yang kuat mencerminkan kepercayaan investor global terhadap kesehatan keuangan BNI dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peningkatan modal melalui AT1 diharapkan memperkuat rasio kecukupan modal BNI, memberi ruang lebih bagi ekspansi kredit dan peningkatan layanan perbankan.
Keberhasilan penerbitan ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar obligasi yang menarik bagi pemodal asing, sekaligus menambah likuiditas dan diversifikasi sumber pembiayaan bagi bank-bank domestik.
