Keuangan.id – 30 April 2026 | BNI akan melakukan penerbitan obligasi AT-1 senilai US$ 700 juta, setara dengan sekitar Rp11,9 triliun, yang dijadwalkan pada April 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat modal inti bank dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan ketahanan keuangan.
Strategi Penerbitan AT-1
Penerbitan AT-1 (Additional Tier 1) dipilih karena instrumen ini dapat menghitung sebagai bagian dari modal inti sesuai regulasi Basel III, sekaligus menawarkan fleksibilitas dalam struktur modal. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk meningkatkan rasio kecukupan modal, memperluas jaringan layanan, serta mendukung inovasi digital.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Jumlah Penerbitan | US$ 700 juta |
| Nilai dalam Rupiah | Rp11,9 triliun |
| Tanggal Penawaran | April 2026 |
| Tujuan Penggunaan | Penguatan modal inti, ekspansi bisnis, digitalisasi |
Implikasi bagi Ekspansi dan Profitabilitas
Dengan modal inti yang lebih kuat, BNI diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemberian kredit, khususnya pada segmen korporasi dan ritel. Penambahan modal juga memberi ruang bagi bank untuk berinvestasi dalam teknologi keuangan, memperluas layanan digital, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar perbankan Indonesia.
Secara jangka panjang, langkah ini dapat berkontribusi pada peningkatan profitabilitas dan stabilitas keuangan, sekaligus menyiapkan BNI untuk menghadapi tantangan regulasi dan persaingan yang semakin ketat.
