Keuangan.id – 25 April 2026 | Harga Bitcoin kembali turun setelah tidak berhasil menembus level psikologis USD80.000, menandakan tekanan berkelanjutan pada pasar kripto.
Penyebab utama kegagalan tembus USD80.000
- Geopolitik: Ketegangan internasional meningkatkan ketidakpastian investasi.
- Likuidasi besar: Penjualan massal aset berjangka memicu penurunan harga.
- Faktor global: Kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter ketat menekan likuiditas.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada di zona resistensi kuat, sementara volume perdagangan menurun, memperlemah peluang kenaikan lebih lanjut.
Dampak pada ekosistem kripto
Berbagai koin altcoin mengikuti pergerakan Bitcoin, mengakibatkan penurunan nilai pasar secara keseluruhan. Investor institusional menjadi lebih berhati-hati, sementara trader ritel mencari peluang pada aset yang lebih stabil.
Pengamat pasar memperkirakan bahwa Bitcoin membutuhkan pemulihan fundamental, termasuk kepercayaan regulasi dan stabilitas ekonomi makro, untuk kembali menembus level USD80.000 dalam jangka menengah.
