Bisnis Paylater Melonjak 24,2% pada Maret 2026, Bank Perlu Waspadai Risiko Kualitas

Bisnis Paylater Melonjak 24,2% pada Maret 2026, Bank Perlu Waspadai Risiko Kualitas
Bisnis Paylater Melonjak 24,2% pada Maret 2026, Bank Perlu Waspadai Risiko Kualitas

Keuangan.id – 11 Mei 2026 |

Bisnis paylater di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan pada Maret 2026, dengan baki debet paylater bank mencapai Rp28,3 triliun. Data ini menunjukkan peningkatan sebesar 24,2% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penyaluran kredit paylater ini memang sangat diminati oleh masyarakat, terutama kaum muda yang ingin memiliki barang atau jasa tanpa harus membayar secara tunai. Namun, bank perlu waspadai risiko kualitas kredit yang mengintai di balik peningkatan ini.

Beberapa bank telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas kredit paylater, seperti melakukan penilaian kredit yang lebih ketat dan meningkatkan kemampuan analisis data. Selain itu, bank juga perlu memperhatikan tingkat non-performing loan (NPL) yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan bank.

Dengan demikian, bank perlu menemukan keseimbangan antara peningkatan bisnis paylater dan pengelolaan risiko kualitas kredit. Dengan melakukan strategi yang tepat, bank dapat memanfaatkan potensi bisnis paylater sambil meminimalkan risiko yang terkait.

Exit mobile version