Keuangan.id – 15 April 2026 | Jakarta – Sejumlah netizen selama beberapa bulan terakhir telah menjodohkan selebgram Muhammad Jannah, lebih dikenal dengan nama panggung Bigmo, dengan Azizah Salsha, putri politisi Andre Rosiade. Hubungan yang semula sekadar spekulasi daring berubah menjadi sorotan publik setelah Bigmo secara resmi mengungkapkan langkah‑langkah di balik proses perdamaian yang menuntunnya kembali ke jalur positif.
Awal Kontroversi dan Tuntutan Hukum
Kasus bermula ketika Bigmo merilis konten yang dituduh menyebarkan informasi tidak akurat tentang Azizah Salsha. Keluarga besar Zize, ayah Azizah, menilai konten tersebut sebagai pencemaran nama baik dan melaporkannya ke Bareskrim Polri. Bigmo pun harus menghadapi proses hukum serta sorotan media yang tidak bersahabat.
Selama masa-masa itu, Bigmo mengaku mengalami beban mental yang berat. “Saya merasa sangat terbebani dan gelisah karena tindakan saya melukai perasaan keluarga besar Zize,” ungkapnya dalam wawancara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Strategi Memperbaiki Nama Baik
Berbeda dengan pendekatan konfrontatif, Bigmo memilih jalur reflektif. Ia menyatakan bahwa konsistensi dalam meminta maaf menjadi kunci utama membuka pintu perdamaian. Setiap dua hingga tiga bulan, ia mengunggah pernyataan permohonan maaf di media sosial, menegaskan bahwa informasi yang disampaikannya sebelumnya tidak sesuai fakta.
Selain pernyataan tertulis, Bigmo menghentikan aktivitas streaming selama satu bulan penuh. “Bukan karena ada suruhan, melainkan rasa kurang etis ketika masih berada di posisi bersalah,” jelasnya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada pihak yang dirugikan dan sebagai waktu untuk introspeksi diri.
Upaya Behind‑the‑Scene yang Jarang Terlihat
- Menghubungi teman‑teman dekat Azizah Salsha melalui jaringan mutual friends.
- Menggunakan pertemuan pribadi untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung di hadapan orangtua Azizah.
- Menghindari aksi‑aksi publik yang dapat menambah tekanan pada keluarga korban.
Bigmo menuturkan bahwa terdapat banyak upaya di balik layar yang tidak dapat diungkapkan secara detail, namun ia menekankan pentingnya kejujuran dan ketulusan dalam proses tersebut.
Rekonsiliasi dan Penarikan Laporan
Setelah serangkaian pertemuan hangat antara kedua keluarga di kantor sekretariat keluarga Minang, laporan resmi yang diajukan oleh Zize akhirnya dicabut. Bigmo mengaku merasa “seperti mendapatkan nyawa baru” dan belajar bahwa mengakui kesalahan lebih berharga daripada mempertahankan ego.
“Saya belajar bahwa keberanian untuk mengakui kesalahan jauh lebih berharga daripada mempertahankan ego,” ujar Bigmo. Ia menambahkan bahwa diterimanya maaf dari keluarga Azizah lebih bernilai dibandingkan materi apapun.
Penolakan Tuduhan Lain
Di tengah proses perdamaian, muncul pula rumor bahwa Bigmo menyinggung Marapton besutan Reza Arap. Bigmo secara tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa komentar‑komentar tersebut sebenarnya merupakan bentuk pujian, bukan serangan.
“Saya tidak menyinggung siapa‑siapa, justru memberi pujian,” tegasnya, menutup spekulasi yang sempat memicu perdebatan tambahan di media sosial.
Langkah Kedepan dan Harapan Baru
Dengan konflik yang kini telah selesai, Bigmo berencana melanjutkan kariernya di dunia digital dengan semangat baru. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyajikan konten, mengedepankan nilai etika, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat menyinggung pihak lain.
“Saya ingin kembali berkarya dengan semangat yang lebih positif dan bijak dalam bersosial media,” tuturnya. Para pengamat media sosial menilai bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para konten kreator tentang tanggung jawab publik dan dampak nyata dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Secara keseluruhan, proses perdamaian antara Bigmo dan keluarga Azizah Salsha menegaskan kembali pentingnya komunikasi terbuka, empati, serta tindakan konkret dalam menyelesaikan konflik publik. Masyarakat kini dapat menyaksikan contoh resolusi yang mengedepankan rasa hormat dan tanggung jawab sosial di era digital.
