Biaya Logistik RI Mencapai 14% PDB, Pemerintah Percepat Reformasi

Biaya Logistik RI Mencapai 14% PDB, Pemerintah Percepat Reformasi
Biaya Logistik RI Mencapai 14% PDB, Pemerintah Percepat Reformasi

Keuangan.id – 15 April 2026 | Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan biaya logistik yang saat ini berada di kisaran 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut jauh di atas standar internasional, yang berkisar antara 8 hingga 10 persen, sehingga menurunkan daya saing produk dalam negeri.

Faktor Penyebab Tingginya Biaya Logistik

  • Infrastruktur transportasi yang belum merata, termasuk jalan raya, pelabuhan, dan bandara.
  • Prosedur kepabeanan dan perizinan yang masih kompleks.
  • Keterbatasan fasilitas pergudangan modern.
  • Fragmentasi regulasi antar daerah yang menyebabkan biaya tambahan.

Langkah Reformasi yang Dipercepat Pemerintah

  1. Peningkatan investasi pada infrastruktur jalan tol, pelabuhan kelas dunia, dan jaringan kereta api.
  2. Penyederhanaan prosedur kepabeanan melalui digitalisasi dan satu pintu.
  3. Pengembangan kawasan logistik terpadu (logistics hub) di wilayah strategis.
  4. Implementasi regulasi terpadu antar provinsi untuk mengurangi birokrasi.
  5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan khusus logistik.

Target Penurunan Biaya Logistik

Tahun Target Biaya Logistik (% PDB)
2024 13,5
2025 12,5
2026 11,5

Jika target ini tercapai, diharapkan biaya logistik dapat menurun secara signifikan, meningkatkan daya saing ekspor, menurunkan harga barang bagi konsumen, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor logistik dan infrastruktur.

Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat semua agenda reformasi melalui sinergi antara kementerian terkait, pemerintah daerah, serta sektor swasta. Monitoring dan evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan pencapaian target yang telah ditetapkan.

Exit mobile version