BI Dorong Kredit Lewat Pinisi, Superbank Soroti Demand yang Belum Pulih

BI Dorong Kredit Lewat Pinisi, Superbank Soroti Demand yang Belum Pulih
BI Dorong Kredit Lewat Pinisi, Superbank Soroti Demand yang Belum Pulih

Keuangan.id – 28 April 2026 | Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan penyaluran kredit melalui Program Intermediasi Sistemik (PINISI). Program ini dirancang untuk memanfaatkan likuiditas berlebih di sektor perbankan sehingga kredit dapat mengalir ke sektor riil yang membutuhkan.

Program PINISI: Tujuan dan Mekanisme

PINISI bertujuan menyederhanakan proses intermediasi antara bank dan pelaku usaha, terutama UKM, dengan memberikan insentif bagi bank yang menyalurkan kredit secara tepat sasaran. Mekanisme utama mencakup penetapan target kredit, penyesuaian suku bunga, dan pemantauan berkala atas kualitas portofolio.

Tantangan Permintaan Kredit yang Belum Pulih

Superbank, salah satu bank terbesar di Indonesia, mengingatkan bahwa meskipun likuiditas bank berada pada level tinggi, permintaan kredit tetap lemah. Beberapa faktor yang menjadi penyebab antara lain:

  • Ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi kepercayaan pelaku usaha.
  • Restrukturisasi hutang yang masih berlangsung pasca pandemi.
  • Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga di pasar internasional.

Bank tersebut menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah untuk menstimulasi permintaan.

Upaya Mengatasi Kelemahan Permintaan

Berbagai langkah sedang dipertimbangkan, antara lain:

  1. Memperluas skema pembiayaan dengan jaminan pemerintah untuk mengurangi risiko kredit.
  2. Menawarkan produk kredit dengan tenor lebih fleksibel dan bunga kompetitif.
  3. Melakukan edukasi kepada UKM tentang manfaat PINISI dan cara mengakses pendanaan.

Dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan dukungan institusional, diharapkan kredit melalui PINISI dapat kembali meningkat dan membantu pemulihan ekonomi nasional.

Exit mobile version