Keuangan.id – 29 Maret 2026 | Sanana, Kabupaten Maluku Utara – Sebuah perkelahian antar pemuda pada Minggu (22/3/2026) berujung pada kematian seorang warga bernama Sukra Umagafur. Insiden yang terjadi di desa Umaloya itu menjerat oknum prajurit TNI dalam proses hukum, memicu protes warga, dan menuntut klarifikasi serta permohonan maaf resmi dari Danyonif 733/Masariku.
Latar Belakang Konflik
Menurut saksi mata, pertengkaran bermula dari perseteruan lama antara dua keluarga. Adik prajurit TNI berinisial Pratu SB terlibat dalam bentrokan dengan adik korban, Sukra Umagafur. Ketegangan meningkat ketika keluarga korban mendatangi kediaman Pratu SB yang sedang cuti Lebaran, menuntut pertanggungjawaban.
Suasana memanas ketika sekelompok orang, yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras, melakukan pengeroyokan terhadap adik Pratu SB. Dalam upaya melerai kerusuhan, Pratu SB sendiri menjadi sasaran pemukulan. Dalam kondisi terdesak, ia melontarkan pukulan balasan yang mengenai wajah korban, menyebabkan korban terjatuh dan menimpa bagian belakang kepala di aspal.
Kronologi Kematian
Korban langsung dilarikan ke RSUD Sanana, namun kondisi luka kepala yang parah tidak dapat diselamatkan. Tim medis menyatakan bahwa benturan keras pada bagian belakang kepala menjadi faktor utama yang menyebabkan kematian Sukra Umagafur. Keluarga korban mengungkapkan kesedihan mendalam atas kehilangan anggota keluarga mereka.
Respons Danyonif 733/Masariku
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku, Letkol Inf. M. Aminulah, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kejadian tersebut. Ia menegaskan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum serta menjanjikan proses hukum yang transparan dan objektif bagi oknum yang terlibat.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami menjamin proses hukum akan berjalan tanpa intervensi,” ujar Letkol Aminulah dalam konferensi pers di kantor Batalyon pada 28 Maret 2026.
Penegakan Hukum dan Tindakan Selanjutnya
- Pratu SB telah diamankan dan dibawa ke Makoramil Sanana untuk proses hukum militer.
- Setelah pemeriksaan awal, ia akan diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan militer.
- Pihak TNI menegaskan tidak akan menutup-nutupi fakta dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat.
Reaksi Masyarakat
Warga Sanana mengimbau agar situasi tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. Beberapa tokoh masyarakat menekankan pentingnya dialog antar keluarga serta penegakan hukum yang adil untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Di sisi lain, kelompok warga yang menuntut keadilan mengkritik tindakan main hakim sendiri yang sempat terjadi, termasuk perusakan rumah pribadi prajurit. Mereka menilai bahwa penegakan hukum harus melalui prosedur resmi, bukan aksi kekerasan.
Upaya Pemulihan dan Pencegahan
Pemerintah daerah bersama TNI berencana mengadakan forum dialog antar generasi muda, memperkuat program penyuluhan keamanan, serta meningkatkan koordinasi antara aparat keamanan dan lembaga sosial setempat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mencegah konflik berbasis suku atau keluarga di masa depan.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa kekerasan antar pemuda dapat berujung fatal, dan penegakan hukum yang tegas serta dialog konstruktif menjadi kunci utama untuk menjaga kedamaian masyarakat.
